Tampilkan postingan dengan label Senam Fisioterapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senam Fisioterapi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2011

Latihan selama kehamilan



Kata kunci di dalam kehamilan adalah adanya perubahan. Selama
masa 40 minggu ini, tubuh wanita mengalami banyak perubahan
termasuk juga adanya penguluran otot-otot, melunaknya
ligament, dan melonggarnya sendi. Anda dapat menyesuaikan diri
dengan lebih baik oleh karena adanya perubahan ini dengan
melakukan latihan secara rutin. Dengan sedikit berpikir sehat dan
memahami kebutuhan individu anda, anda dapat merencanakan
dan berpartisipasi di dalam program latihan yang aman dan efektif
selama kehamilan dan juga kehidupan anda. Latihan dapat
membuat kehamilan anda lebih menyenangkan.
Cukuplah memfokuskan diri dalam menjaga tingkat kebugaran
anda sebelumnya daripada pada tingkat kebugaran anda lebih
lanjut. Jika anda adalah orang yang tidak aktif dan ingin memulai
program latihan, berkonsultasilah dengan terapis anda. Dia dapat
membantu membuatkan disain program yang terbaik sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan anda. Anda harus menunggu
dalam memulai program ini sampai usia kehamilan anda pada
trimester kedua (minggu ke 13-28). Memulai program latihan
sebelum masa ini secara potensial dapat menyebabkan kerusakan
dalam kelahiran dan juga komplikasi yang lain.
Tipe-tipe program latihan yang aman untuk semua wanita hamil
antara lain kebugaran kardiovaskuler, penguatan otot, penguluran,
dan relaksasi. Latihan-latihan ini harus dilakukan secara rutin paling
tidak tiga kali setiap minggunya. Intensitas latihan dilakukan dari
yang ringan sampai yang sedang, denyut jantung anda tidak
boleh lebih dari 140 denyutan per menit.
Pemanasan
Latihan pemanasan harus dimulai dengan aktifitas fisik. Terdiri dari
berjalan pelan, atau menaiki sepeda static selama 5 sampai 8
menit dimulai dengan yang ringan, dipertahankan pada titik
ketegangan yang ringan. Jangan memaksanya pada titik nyeri dan
jangan memaksakan diri sejauh yang anda lakukan. Ingat,
jaringan konektif anda, seperti otot dan ligament sedang lemah.
Latihan kardiovaskuler
Tipe yang ideal pada latihan kardiovaskuler selam kehamilan
adalah dengan aktifitas tanpa menggunakan beban, seperti
bersepeda static, berenang, dan latihan di dalam air. Latihan di
dalam air lebih memberikan keseimbangan, meleindungi sendi,
dan mempertinggi penghilangan panas. Selama di dalam air, anda
mungkin mendapatkan bahwa ketegangan pungung anda
berkurang, sampai menjadi hilang, terutama pada kehamilan yang
telah lanjut.
Bagaimanapun, ketika melakukan latihan di dalam kolam yang
panas, batasilah waktu yang anda gunakan. Air yang hangat bisa
menyebabkan temperature internal menjadi meningkat, yang tidak
aman untuk bayi anda. Jika anda tidak nyaman dengan air hangat,
segeralah keluar dari kolam tersebut. Berjalan adalah jenis aktifitas
lain yang bagus untuk latihan para pemula yang ingin menjaga
tingkat kebugaran yang bagus.
Penguatan
Dalam penambahan untuk aktifitas aerobic, anda
membutuhkan penguatan untuk otot-otot anda.
Membawa beban ekstra selama kehamilan dapat
menyebabkan nyeri punggung. Untuk
mencegah nyeri ini, perkuatlah otot-otot perut
dan punggung dengan melakukan pelvic tilting
(lihat gambar)
Jika anda latihan mengangkat beban, yakinkan
bahwa beratnya sama atau kurang dari ketika
anda mengangkat beban waktu sebelum hamil.
Tujuan latihan mengangkat disini hanya untuk
menjaga tonus otot sebelumnya dan bukan
untuk membesarkan otot. Ingatlah untuk selaln
mengatur nafas selama
mengontraksikan otot.
Tahan nafas anda
kemudian sedikit
mengejanlah selama
mengeluarkan nafas
(maneuver valsava)
pada waktu
mengangkat beban ini
akan menurunkan aliran
darah ke jantung anda.
Selama trimester ketiga (28 minggu sebelum lahir), anda dapat
menggunakan barbel tapi dengan hati-hati, tubuh anda akan
mengalami beberapa perubahan fisiologi dan tidak seseimbang
sebelum kehamilan. Jika anda mempunyai riwayat kelelahan yang
kronis atau dahaga yang sangat ketika latihan, hentikanlah latihan
anda dan konsultasikan ke terapis anda. Termasuk latihan
penguatan disini adalah “Kegel exercise”. Untuk melakukan latihan
Kegel ini, kontraksikan perineum (terletak antara vagina dan anus)
kemudian lepaskan. Gerakan ini seperti ketika anda menghentikan
keluarnya kencing.
Penguluran dan rileksasi
Sisihkan waktu juga untuk latihan penguluran dan rileksasi
selama kehamilan. Selalu hindari gerakan menyentak ketika
anda melakukan penguluran. Aturlah nafas anda dengan
menghirup dan meniupkannya secara pelan.
Ingatlah selalu untuk melakukan penguluran untuk seluruh
tubuh anda, terutama pada tendon Achilles untuk mencegah
terjadinya kram tungka. setelah bulan keempat, hindarilah
tidur terlentang atau miring ke sisi kanan ketika melakukan
latihan atau rileksasi. Posisi ini akan membatasi aliran darah ke
uterus. Posisi tidur yang terbaik adalah miring ke sisi kiri.
Perhatian khusus
Latihan untuk menjadi seorang ibu dibutuhkan untuk
menghindari penggunaan yang berlebihan. Batasilah latihan anda
untuk tidak lebih dari 15 menit setiap kali melakukannya. Pakailah
sepatu penyangga dan lihat permukaannya dengan hati-hati untuk
menghindari adanya kehilangan keseimbangan anda dan
menciderai diri anda sendiri. Carilah tempat yang sejuk untuk
melakukan latihan ini, seperti di mall atau klub kesehatan.
Minumlah air secara cukup sebelum, selama, dan setelah latihan
untuk menghindari dehidrasi. Minnumlah air minimal delapan
gelas setiap hari dan, ketika bekerja, minumlah beberapa gelas lagi
untuk mengisi lagi cairan yang hilang. Jangan mengikuti aktifitas,
seperti olah raga bola, yang dapat beresiko untuk menciderai area
perut anda. Tubuh anda membutuhkan energi lebih dari makanan
secala kehamilan. Wanita hamil secara normal membutuhkan
lebih dari 300 kalori daripada sebelum hamil. Ketika anda latihan,
anda harus mengkonsumsi kalori untuk mengganti kalori yang
anda baker.
Latihan dapat membantu anda untuk menjaga imej pribadi yang
positif dan kesehatan fisik selam waktu ini. Ini dapat membantu
anda untuk bisa mengontrol tubuh anda dan datap membuat
kehamilan anda sedikit lebih mudah. Lakukanlah latihan secara
kontinyu selama anda hamil, dan setelah habis melahirkan

Selasa, 12 Oktober 2010

Senam Osteoporosis

Banyak orang tidak menyadari kalau osteoporosis atau penyakit keropos tulang merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer).

Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas. Sering kali osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah. Contoh kasus seorang terpeleset ringan, ternyata mengalami patah tulang di tulang pangkal paha atau di pergelanganan tangan.

Tidak heran, banyak ahli mengatakan untuk menghindari osteoporosis tidak bisa dilakukan sekali saja, tetapi harus melalui proses yang dimulai dari pencegahan sejak dini. Karena patah tulang yang dialami seseorang saat ini, sebetulnya tidak lepas dari kebiasaan masa lalu. Misalnya, kurang mengkonsumsi kalsium, jarang berolahraga, tidak mengkonsumsi gizi seimbang, dan mengisi kegiatannya dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan lain sebagainya. Pola makan dan hidup seperti itu bisa mendorong terjadinya osteoporosis.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan osteoporosis? Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi rapuh dan mudah retak atau patah.

Kendati osteoporosis dikenal sebagai penyakit silent killer, tidak berarti kedatangannya tidak bisa diantisipasi. Osteoporosis sebenarnya bisa dicegah, tetapi dengan beberapa persyaratan. Untuk mencegah osteoporosis, maka kebiasaan merokok, minum kopi, alkohol dan soft drink harus dikurangi. Sebaliknya harus membiasakan mengkonsumsi makanan mengandung kalsium tinggi seperti teri, udang rebon, kacang-kacangan, tempe atau minum susu. Kenapa harus mengonsumsi kalsium? Karena kalsium merupakan elemen mineral yang paling banyak dibutuhkan untuk kesehatan tulang.

Tetapi, yang perlu diingat dalam mencegah osteoporosis, gizi saja tanpa dibarengi oleh latihan fisik ternyata tidak cukup. Untuk itu ada senam osteoporosis untuk mencegah dan mengobati terjadinya pengeroposan tulang. Daerah yang rawan osteoporosis adalah area tulang punggung, pangkal paha dan pergelangan tangan.

Prinsip latihan fisik untuk kesehatan tulang adalah latihan pembebanan, gerakan dinamis dan ritmis, serta latihan daya tahan (endurans) dalam bentuk aerobic low impact. Semua jenis latihan ini telah dikemas dalam bentuk Senam Pencegahan Osteoporosis dan Senam Terapi Osteoporosis. Bentuk kedua jenis senam ini berbeda, karena diperuntukkan bagi kelompok yang berbeda pula, dengan sangat memperhatikan faktor manfaat dan keamanan bagi para pesertanya. Selain manfaat kesehatan tulang, para peserta pasti akan merasa lebih segar dan bugar. Senam ini dikhususkan bagi para peserta usia dewasa dan lanjut usia baik pria maupun wanita.

Senin, 13 September 2010

Baby Gym, Sehatkan dan Cerdaskan Bayi


Baby gym adalah salah satu alat bantu belajar dan olah raga paling dini untuk bayi Anda. Dapat untuk merangsang sensori dan motorik bayi. Kini di pasaran, tersedia dalam beragam model dan tingkatan harga.

Mengapa penting punya baby gym? Anda perlu memberi rangsang pada bayi sejak dini. Dengan mainan ini, bayi 3 - 6 bulan, dapat memperoleh rangsang sensori dan motorik dalam bentuk menyenangkan. Bayi akan dapat stimulasi auditori dari beragam bunyi dan musik. Ada kerlap-kerlip lampu menawan untuk merangsang matanya. Juga ada tombol yang dapat diraih anak dengan tangan dan kaki untuk melatih koordinasi mata-tangan-kaki.
Beragam asesori tambahan. Sesuai selera dan kocek Anda, bayi bisa Anda pilihkan yang bisa dibawa selama travelling, atau yang bentuknya agak besar dan idealnya untuk dipakai di rumah. Pilih juga yang memiliki beragam warna cerah menarik agar semangat main bayi terasah. Rattle atau kerincingan untuk merangsang pendengaran dan ketrampilan jemari juga menjadi asesori wajib baby gym yang baik. Mainan lembut beragam bentuk dan warna juga jadi asesori yang pada umumnya ada pada alat ini.
Waktu yang tepat. Biasanya usia "0 + " atau "3+" tertera pada kemasan baby gym. Pilihlah sesuai dengan tahapan perkembangan bayi. Usia 3 - 6 bulan memang paling pas untuk dikenalkan baby gym. Antara lain, karena bayi sudah mulai merespon kondisi di sekelilingnya. Ia pun juga mulai pintar memfokuskan pandangannya. Mulai melihat benda-benda disekitarnya. Jika Anda coba menggerakkan mainan ke kanan atau ke samping, pandangannya sudah mulai bisa mengikuti arah gerakan. Ia juga mampu meraih benda yang menarik perhatiannya. Saat usianya menginjak 6 bulan, ketika bobotnya bertambah, dan ia sudah mulai banyak bergerak, Anda harus mulai menyediakan mainan lain yang menunjang dorongan bayi untuk belajar jalan. Baby gym biasanya sudah tidak cocok lagi jadi alat mainnya dan tidak bisa menahan bobot tubuhnya saat ia mulai belajar berdiri.
Teman bermain. Anda sebagai orang tua harus menemaninya bermain. Meskipun alat ini pasti membuat bayi jadi sangat sibuk. Anda bisa menciptakan suara-suara saat ia mengekplorasi ketrampilan dengan alat ini. Di samping, tentu tugas Anda adalah menjamin keamanan bermain bayi.
Keamanan mainan. Sebaiknya pilihlah baby gym yang terjamin kualitasnya, terutama karena ini adalah mainan untuk bayi. Anda harus memastikan bahan pembuat aman untuk dimasukkan bayi ke mulut, demikian pula suara yang diproduksi tak membuat bayi terkejut. Senantiasa periksa kondisi baterai, karena ada produk yang menggunakannya untuk memproduksi cahaya lampu, suara dan musik.
Cara pakai baby gym:
  • Tidurkan buah hati Anda dengn posisi terlentang di atas alas baby gym
  • Goyangkan mainan tersebut hingga berbunyi
  • Bantu tangan bayi untuk meraih maian yang terletak diatasnya hingga berbunyi

MANFAAT BABY GYM

  • Menguatkan otot-otot dan persendian.
  • Meningkatkan perkembangan motorik.
  • Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.
  • Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.
  • Meningkatkan ketahanan tubuh.
  • Meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsi tubuh.
  • Meningkatkan kewaspadaan.
  • Memperkuat interaksi antara orang tua dan bayi.
  • Mempelancar peredaran darah dan menguatkan jantung.

SYARAT MELAKUKAN BABY GYM

  • Si kecil berusia minimal 3 bulan.
  • Anak dalam keadaan sehat.
  • Otot kepala dan leher bayi sudah kuat.
  • Anak tidak menderita kelainan bawaan, demam, diare, kejang-kejang, atau penyakit lain yang disarankan dokter tidak melakukan banyak aktivitas.
  • Si bayi tidak dalam keadaan lapar.
  • Anak sudah selesai makan satu jam lalu.
  • Jangan memaksa si kecil melakukan posisi dan gerakan tertentu.
  • Pada waktu melakukan baby gym sebaiknya anak sudah tidak memakai baju.

SAAT TEPAT MELAKUKAN BABY GYM

  • Pada pagi hari
  • Dilakukan satu atau dua kali dalam sehari.
  • Lama melakukan 5-10 menit.

Fisioterapi Pada Kesehatan Jamaah Haji

Fisioterapi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan, mempunyai peranan dalam meningkatkan derajat kesehatan, apa sich yang bisa diberikan fisioterapi pada jamaah haji?baca selengkapnya…
Ibadah haji sebagai salah satu rukun islam ke 5, tentu mempunyai syarat bagi yang melakukan, yaitu istithoa’, baik mampu secara materi maupun kesehatan fisik, dan ibadah haji adalah ibadah yang banyak menuntut kemampuan dan kesehatan fisik, selain bekal ilmu pelaksanaan tata cara haji yang benar menurut Rasulullah SAW, maka bekal sehat secara fisik juga sangatlah penting sebagai penunjang selama beribadah ditanah suci, menurut data departemen agama jumlah jamaah haji asal Indonesia berjumlah 216.000 orang dan jumlah ini adalah terbesar seluruh dunia, rata-rata jamaah haji berusia 25-75 tahun, dan kebanyakan usia diatas 40 tahun, dengan faktor usia diatas 40 tahun maka secara fisiologis terjadi penurunan kekuatan dan fleksibilitas otot dan sendi, penurunan kemampuan keseimbangan dan koordinasi, penurunan fungsi jantung dan paru, hal ini memungkinan banyaknya kasus gangguan kapasitas fisik jamaah haji.
a.Gangguan-gangguan kapasitas fisik berupa:
- gangguan sirkulasi jantung dan paru
- gangguan otot dan sendi
- gangguan keseimbangan dan koordinasi
b.Faktor-faktor penyebab gangguan berupa:
- perubahan iklim yang sangat ekstrem
- berkumpulnya manusia dalam jumlah yang sangat banyak dan berdesak-desakan
- banyaknya mobilisasi aktif berupa jalan, berdiri dalam waktu lama, manasik haji berupa : thowaf dan sai’, lempar jumrah, jalan dari arafah-muzdalifah-mina.
- usia lanjut
- kurangnya asupan makanan yang sehat dan bergizi
- stress, disebabkan banyaknya manusia, tersesat, berdesak-desakan, kecurian, antri yang panjang, berebut tempat.
c.Peran fisioterapi
- meningkatkan kemampuan aktifitas jantung dan paru
- meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot dan sendi
- meningkatkan keseimbangan dan koordonasi
- penanganan langsung terhadap spasme dan cidera jaringan
-edukasi berupa lifting teknik, penanganan P3K pada cidera dengan teknik RICE ,teknik-teknik stecthing sederhana pada kaki dan tungkai.
A.Sebelum pemberangkatan jamaah haji ke haramain:
1.Untuk kebugaran, kurang lebih 3 bulan sebelum pemberangkatan lakukan senam jantung, senam paru, senam sendi dan tulang, secara intensif 2-3 kali/minggu.
2.Apabila ada kelemahan otot-otot quadriceps dan hamstring, lakukan latihan penguatan dengan pembebanan (contoh: kantong/botol air mineral yang besar kemudian diisi pasir) yang dipasang ke pulley kemudian dikaitkan ke kaki, dengan posisi beban berada dibelakang, pada posisi duduk gerakan tungkai bawah fleksi dan ekstensi, lakukan setiap hari dengan pengulangan yang semakin bertambah.
3.Disarankan bagi calon jamaah haji untuk berolah raga setiap hari seperti jalan, bersepeda, senam aerobic.
4.Adanya edukasi bagi jamaah haji tentang teknik-teknik stretching sederhana pada otot-otot betis (gastrocnemius, soleus), otot tibialis, otot quadriceps, otot hamstring dan otot-otot punggung, adanya edukasi lifting teknik yang benar, contohnya bagaimana mengangkat dan membawa barang yang berat, naik-turun tangga dengan benar.
B.Selama dan setelah manasik haji ditanah haram:
Apabila ada gangguan otot dan sendi, fisioterapis bisa melakukan teknik-teknik:
1.Pemakaian Infra Red pada otot-otot yang spasme guna mencapai rileksasi.
2.Massage/pemijatan pada daerah yang bermasalah, pada jamaah haji kebanyakan kasus berupa spasme otot-otot tungkai dan kaki, terutama otot gastrocnemius, tibialis dan quadriceps.
Massage/pemijatan memiliki manfaat:
a.meningkatkan sirkulasi darah
pemijatan pada otot akan membantu peningkatan pemanasan, meningkatkan aliaran dan sirkulasi darah.
b.rileksasi pada otot-otot yang spasme
c.membuang zat-zat sisa yang tidak bermanfaat didalam tubuh.
Alangkah baiknya massage dilakukan sebelum dilakukan stretching/penguluran sebagai media warming-up.
3.Pasif stretching pada otot-otot yang mengalami spasme/ketegangan, apabila stretching dilakukan dengan benar maka tidak hanya sekedar meningkatkan fleksibilitas.
Manfaat dari stretching menurut brad Appleton (bradapp.net):
a.meningkatkan kesehatan jasmani
b.meningkatkan kemampuan belajar dan kemampuan gerak
c.meningkatkan relaksasi fisik dan mental
d.meningkatkan perkembangan kesadaran tubuh.
e.mengurangi resiko cidera otot, tendon, sendi dan ligament.
f.mengurangi rasa sakit pada otot.
g.mengurangi ketegangan otot.
h.bagi perempuan, mengurangi rasa sakit saat menstruasi (dysmenorrhea)
i.meningkatkan suplai produksi kimia bagi jaringan lunak.
Kesalahan-kesalahan dalam stretching:
a.tidak benar dalam pemanasan/warming-up
b.tidak cukup waktu istirahat selama pengulangan penguluran.
c.penguluran yang berlebihan.
d.melakukan latihan dengan teknik-teknik yang salah
e.melakukan latihan dengan urutan yang salah
Durasi penguluran : lakukan penguluran 2-5 kali pengulangan, dengan waktu penguluran 5-60 detik, istirahat diantara pengulangan 5-15 detik.
Demikian beberapa peran fisioterapi yang bisa diaplikasikan secara langsung bagi jamaah haji dan umroh, posting ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi selama mengikuti ibadah haji dan umroh diMakkah Al-Mukaramah, semoga bermanfaat.

Senam Asma

Senam Nafas Sehat Sebagai Salah Satu Pilihan Terapi Latihan Pada Penderita Asma Bronchial
31/03/2007
Oleh: Deddy Herman P, Amd Ft

PENDAHULUAN
Senam Nafas Sehat (SNS) diperkenalkan pada th. 1987 atas kerjasama Yayasan Asma Indonesia (YAI) Jawa Timur dan Unit Rehabilitasi Medik RS Dr. Soetomo Surabaya. Hal ini dikarenakan terapi latihan untuk penderita asma kurang efektif (pasien tidak melakukannya di rumah).

Dengan SNS pasien akan mendapatkan pola latihan tertentu, berkelompok sehingga lebih bersemangat untuk melakukan SNS tersebut di rumah. Sampai saat ini SNS efektif untuk mengurangi frekwensi serangan dan dapat membantu menenangkan serangan. SENAM NAFAS SEHAT SEBAGAI SENAM PERNAFASAN
Problem yang dihadapi pasien asma antara lain:

Adanya kondisi saluran nafas yang hipersensitif sehingga mudah menyempit jika mendapat rangsangan sehingga timbul kesulitan bernafas, baik inspirasi maupun ekspirasi (terutama ekspirasi).
Pola nafas yang salah. Penderita cenderung menggerakan pernafasan dada atas dan mengempiskan perut saat inspirasi. Pada kondisi ini energi yang diperlukan tinggi, sedangkan pengembangan paru minimal, karena diafragma yang terdorong ke atas akibat perut yang dikempiskan.
Cenderung tegang dan panik sewaktu serangan, yang membuat sukar mengatur (kontrol) pernafasan dan membuat konstriksi (menyempitnya) saluran nafas bronchus bertambah. Penderita asma kronis mempunyai kesulitan untuk relaksasi.
Cenderung selalu menegangkan otot-otot leher (sternocleidomastoideus dan scalenus), otot-otot dada dan pundak (pectoralis, trapezius, seratus anterior dan lainnya), serta otot dinding perut, yang menyebabkan pernafasan tidak efisien. Disamping itu postur tubuh menjadi bungkuk dengan bahu yang menaik.
Jumlah dan kekentalan secret bronchial cenderung bertambah Penyempitan saluran pernafasan ( bronchus ) umumnya dapat diobati dengan minum obat, obat semprot atau obat suntik. Tetapi postur ( betuk) tubuh yang berubah, otot-otot pernafasan yang menegang, pola pernafasan yang salah serta kecenderungan untuk panik sewaktu dating serangan asma, hanya dapat diatasi dengan terapi latihan. Terapi latihan untuk asma, mempunyai kegunaan meng-optimal-kan program pengobatan asma. Dalam beberapa keadaan, juga terbukti bahwa terapi latihan dapat mengurangi bahkan dapat menenangkan serangan asma.
TERAPI LATIHAN UNTUK PENDERITA ASMA
1. Gimnastik Respirasi/Senam Pernafasan
Tujuan:

Memperbaiki kelenturan (fleksibilitas) ronggo dada, sehingga dapat mengembang-mengempis secara optimal, memperbaiki kelenturan dan kekuatan diafragma (sekat rongga-badan) sehingga pernafasan perut/diafragma optimal.
Meregangakan otot-otot pernafasan yang selain memperbaiki kelenturan rongga dada juga menghilangkan kondisi yang selalu menegang (memendek dan kaku) otot-otot tersebut, sehingga memudahkan pernafasan yang benar dan memperbaiki postur tubuh.
Umumnya di dalam Gymnastik-Respirasi/Senam Pernafasan, juga terdapat latihan pernafasan.
2. Program Terapi Latihan/Fisioterapi yang umum
a. Latihan Pernafasan
Latihan Pernafasan (Breathing Exercise) berbeda dengan Gymnastik-Respirasi, meskipun didalamnya juga terdapat latihan-latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernafasan yg benar (efisien).

Pada penderita asma latihan pernafasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernafasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernafasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asma.

Latihan pernafasan utama bagi penderita asma adalah latihan nafas perut/diafragma. Kekhususan di dalam latihan adalah: waktu mengeluarkan nafas (ekspirasi) dikerjakan secara aktif, sedangkan sewaktu menarik nafas, lebih banyak secara pasif. Mengeluarkan nafas melalui mulut yang mecucu seperti sewaktu meniup lilin atau bersiul, pelan-pelan, dengan mengkempiskan dinding perut. Sewaktu inspirasi, dinding perut relaks ( pasif ) dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung.

b. Latihan Relaksasi
Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun di luar serangan. Yang ingin dicapai: penderita secara spontan dapat relaksasi, baik pada otot-otot pernafasannya maupun mentalnya, pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan.

Bila penderita telah terlatih melakukan tehnik pernafasan terpola seperti pada latihan nafas, hal ini juga dapat membantu banyak untuk menghilangkan rasa tegang dan panik (mental) karena penderita lepas dari keadaan: dikontrol oleh nafas yang sesak, sebaliknya penderita tetap yang mengontrol nafasnya, meskipun masih sesak. Hal ini memberi rasa percaya diri dan membuat penderita menjadi lebih relaks.

c. Latihan untuk Memperbaiki Postur Tubuh
Pada penderita asma berat yg kronis, postur tubuh menjadi agak bungkuk dengan kedua bahu agak terangkat, nampak otot-otot pernafasan menonjol, memendek dan kaku.

Terdapat saling keterkaitan antara: postur tubuh – otot-otot tubuh yang membesar dan kaku, serta pernafasan yang paradoksal. Gymnastik-Respirasi untuk penderita asma, biasanya telah memasukan unsur perbaikan postur tubuh ini di dalamnya.

d. Latihan Membuang Sekret
Pada penderita asma, terdapat kecenderungan meningkatnya secret (cairan yg dihasilkan selaput dinding jalan nafas/lendir) jalan nafas dan biasanya juga menjadi kental, sehingga diperlukan program untuk membuangnya, untuk itu penderita perlu dilatih untuk:

Batuk yg benar (efektif)
Melakukan apa yang disebut Drainase-Postural, yaitu suatu usaha untuk mendrain / mengalirkan secret atau dahak tg bercokol di saluran nafas dengan menggunakan hokum gaya berat (gravitasi) yaitu dengan memposisikan penderita sedemikian rupa, untuk waktu tertentu, sehingga oleh karena gaya berat, secret dapat mengalir ke saluran nafas bronchus utama, kemudian dibatukkan ke luar.
Gymnastik-Respirasi tidak ada efek langsung pada program ini, tetapi dia akan memberikan efek yang positif kepada efektifitas batuk, melalui perbaikan kapasitas vital paru, serta perbaikan fungsi otot Latissimus Dorsi (otot punggung yang lebar dan panjang).

SENAM BAYI

[milis-nakita] SENAM BAYI, Stimulasi Optimal di Masa Pertumbuhan {01}

SENAM BAYI, Stimulasi Optimal di Masa Pertumbuhan

STIMULASI SENTUHAN, Senam bayi bertujuan untuk merangsang pertumbuhan
dan perkembangan, serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal.
SENAM merupakan cara terbaik untuk mempertahankan kebugaran. Bagaimana
bila ini diterapkan pada bayi?
Senam bayi merupakan bentuk permainan gerakan pada bayi, yang bertujuan
untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, serta kemampuan
pergerakan bayi secara optimal. Selain itu, juga untuk mengetahui jika
terjadi perkembangan yang salah secara dini. Ini merupakan tindakan
antisipasi yang tepat untuk penanganan agar bayi tumbuh normal.
"Senam bayi sangat penting karena ini merupakan salah satu usaha untuk
mengoptimalisasikan proses tumbuh kembang pada bayi. Segala aspek yang
dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi bisa tercapai dan terpenuhi. Selain
itu, dengan senam bayi juga bisa mendorong inteligensi yang kompleks
untuk bayi, termasuk belajar mengoordinasi," ungkap ahli fisioterapi
dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Surabaya Ninik Sutini SMPh.
Sementara, menurut Ahli Rehabilitasi Medik RSUPN Cipto Mangunkusumo dr
Amendi Nasution SpRM, senam bayi sangat penting untuk menguatkan
otot-otot dan juga sendisendi pada bayi sebagai persiapan bayi untuk
duduk, berdiri, dan berjalan.
Hal senada diungkapkan seorang penyelenggara pendidikan dan kesehatan
sekaligus kepala sekolah Twinkle Star, Lely Tobing, "Senam bagi bayi
sangat penting karena sama halnya dengan orang dewasa yang butuh senam
untuk kebugaran tubuh. Begitu juga bagi bayi, dengan senam bayi membuat
bayi merasa lebih segar." Senam bayi sebaiknya dilakukan ketika bayi
berumur 3 bulan ke atas, setelah kepala bayi mulai kuat. Saat usia bayi
belum mencapai 3 bulan, gerakan- gerakan yang dilakukan bayi lebih
kepada gerakan refleks.
"Sehingga kalau belum usia 3 bulan sudah diintervensi dengan gerakan
yang dibantu orang lain, maka bisa saja akan terjadi penyimpangan-
penyimpangan pada gerakan refleks bayi tersebut," ung- kap Ninik.
Gerakan pada senam bayi juga harus disesuaikan dengan perkembangan
motoriknya. Ada tahapan-tahapan penting yang harus diperhatikan pada
senam bayi, hal ini sesuai dengan proses tumbuh kembang bayi.
"Ada tiga tahap perkembangan bayi.Tahap pertama usia 3-6 bulan,tahap
kedua usia 6-9 bulan, dan tahap ketiga usia 9-12 bulan," ungkap dr
Amendi. Untuk tahap awal, usia 3- 6 bulan, merupakan proses bayi belajar
merangkak, dibutuhkan tangan dan kaki yang kuat untuk menopang tubuh
bayi ketika merangkak. Senam dengan mengoptimalkan gerakan tangan dan
kaki, berfungsi untuk membantu bayi merangkak.
"Tahapan pertama bisa dimulai dengan senam di antara kedua tangan, kedua
kaki, dan mata. Dengan fokusnya pada gerakan tangan dan kaki," ucap
Ninik. "Selain fokus pada gerakan kaki dan tangan, mata bayi juga
dirangsang untuk mengikuti pergerakan kedua tangan dan kaki," ujarnya.
Senam bayi bisa dilakukan dengan posisi bayi tengkurap atau telentang.
Untuk posisi bayi tengkurap bisa dengan cara menekan pantat bayi secara
halus dan pelan-pelan untuk memperoleh pergerakan panggul yang optimal.
Bisa juga dikombinasikan dengan mengangkat kedua kaki sampai lutut
bersudut 90 derajat. Hal ini untuk meluaskan pergerakan panggul.
Sementara itu, menurut Lely Tobing, gerakan-gerakan senam bisa dilakukan
dengan menarik kaki kiri dan kaki kanan ke depan sehingga bisa membantu
saat dia mulai merangkak karena otot-ototnya menjadi lebih lentur dan
juga membantu otot-ototnya ketika bergerak. Jika bayi mulai tengkurap,
proses tumbuh kembang selanjutnya adalah persiapan untuk duduk, menurut
dr Amendi, otot panggul bayi perlu distimulasi agar bayi bisa duduk
dengan benar.
Dipandu Tenaga Ahli
SENAM bayi dapat dilakukan oleh orangtua atau orang yang terdekat dengan
sang anak. Namun untuk bayi prematur, ahli rehabilitasi medik RSUPN
Cipto Mangunkusumo dr Amendi Nasution SpRM menyarankan sebaiknya yang
melakukan senam bayi adalah orang yang profesional atau ahli
fisioterapi.
"Bukan berarti orangtua tidak boleh. Tetapi memang sebaiknya yang
melakukan adalah ahli fisioterapi karena takutnya kalau orangtua
langsung yang melakukan, terjadi kesalahan pada gerakan senamnya,"
ungkapnya. Menurut dia, senam untuk bayi prematur berbeda dengan senam
untuk bayi normal.
"Disesuaikan dengan kondisi bayi," ujarnya. Hal yang sama juga
disarankan oleh ahli fisioterapi dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan
Surabaya Ninik Sutini SMPh. "Pada dasarnya kan yang mengetahui
perkembangan hari per hari dari si bayi adalah orangtuanya. Dengan
begitu jika orangtua ingin melakukan senam bayi tetap harus di bawah
pengawasan ahli fisioterapi," katanya.
Sementara itu durasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan senam untuk bayi
prematur seperti yang diungkapkan Ninik adalah 3 kali dalam sehari
selama 10 menit. "Dengan demikian,diharapkan bayi bisa mengejar
keterlambatannya, dan nantinya bisa tumbuh kembang seperti layaknya bayi
normal," paparnya.
Dengan panduan dari ahli fisioterapi, senam bayi yang bertujuan untuk
merangsang pertumbuhan dan perkembangan, serta kemampuan pergerakan bayi
secara optimal dapat dicapai dengan sempurna. Sentuhan pada bayi juga
mempererat hubungan ibu- anak.
Lakukan oleh Orang Terdekat
GERAKAN pada senam bayi tidak boleh dipaksakan. Sebaiknya, senam
dilakukan oleh orang yang sudah dikenal sang bayi. Akan lebih baik jika
dilakukan oleh sang bunda.
Pelaksanaan senam bayi jauh lebih mudah karena bayi terbiasa dengan
berbagai sentuhan yang dilakukan si ibu terhadap bayinya. Secara
psikologis, hal tersebut juga menjadi sarana kedekatan antara anak dan
ibu.
"Ketika melakukan senam bayi, si ibu bisa sambil melakukan proses
komunikasi dengan anak. Tentunya komunikasi yang dilakukan juga yang
sesuai dengan tahap kembang anak. Harapannya, ketika anak sudah besar,
dia akan mencari perlindungan di rumah, bukan di luar rumah," tutur
Ninik Sutini.
Sependapat dengan Ninik, Lely Tobing mengatakan, dengan menggerakkan
bagian-bagian tubuh si bayi, akan tercipta sebuah hubungan. Ada dialog
atau interaksi antara ibu dan anak. Dengan alasan itulah, Lely
menyarankan agar gerakan senam bayi dibantu oleh sang ibu. Selain bisa
mempererat pola asuh antara ibu dan anak, menurut dia, keuntungan
lainnya adalah rasa percaya diri anak bisa lebih dikembangkan.
Sebenarnya senam bayi juga bisa dilakukan dengan bantuan ahli
fisioterapi berpengalaman, tapi biasanya ada kendala yang sering
dihadapi. Karena yang melakukan senam adalah orang asing, biasanya anak
suka terkejut. "Dibutuhkan waktu agar anak bisa merasa welcome," ungkap
Ninik.
Namun begitu, Ninik mengatakan, ada keuntungan bila senam bayi dilakukan
dengan bantuan ahli fisioterapi, yakni membuat anak lebih berani
menghadapi orang lain. Anak akan menjadi lebih supel dan mudah bergaul
karena sudah terbiasa dengan orang asing. Dengan begitu membuat anak
jadi tidak mudah menangis dan rewel.
"Selain itu goal yang ingin dicapai juga bisa tepat. Jadi, kalau ada
gerakan-gerakan yang salah bisa segera diatasi," papar Ninik. Menurut
dia, bayi yang mengikuti senam bayi, umumnya perkembangan motoriknya
lebih cepat daripada yang tidak pernah melakukan senam bayi.
Manfaat lain dari senam bayi ini, menurut dr Amendi, adalah melancarkan
peredaran atau sirkulasi darah, jantung, meningkatkan koordinasi dan
keseimbangan serta kewaspadaan. Agar mendapat hasil yang optimal,
sebaiknya senam bayi dilakukan rutin setiap pagi dan sore hari dengan
durasi sekitar 10-15 menit setiap harinya.
"Tujuannya selain untuk perkembangan saraf motorik dan sensorik, juga
untuk kecerdasan majemuk. Selain itu untuk berguna untuk
mengoptimalisasikan fungsi pendengaran, penglihatan, dan tumbuh kembang
bayi," kata Ninik. Senam bayi bisa dilakukan bahkan ketika bayi telah
berusia tiga tahun. Menurut Lely Tobing, pada usia tersebut anak masih
tetap harus dibantu. Lely melihat dari sudut perkembangan bahasa mereka.

Kemampuan menerima perintah dan mengeluarkan apa yang diperintahkan
dalam bentuk tindakan masih terbatas. Kosakata serta konsentrasi anak
masih terbatas sehingga mereka masih perlu bantuan.
"Misalkan pegang kaki kiri, pegang kaki kanan, tangan kanan diangkat ke
atas, perintah-perintah seperti itu belum tentu mereka langsung
connect," contohnya. Dia menambahkan, kadang anak masih bingung antara
perintah yang diberikan dengan apa yang harus dilakukan sehingga
membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk melaksanakan apa yang
diperintahkan.
Senam untuk Bayi Prematur
ELIS, 28, sempat khawatir ketika bayinya terlahir prematur, dengan berat
sekitar 1.500 gram. Kecemasan semakin menghantui ketika dia mulai
membayangkan buah hatinya tidak bisa tumbuh layaknya bayi normal.
Ketakutan-ketakutan semacam itu mungkin tidak hanya dirasakan Elis.
Masih banyak Elis-Elis yang lain yang melahirkan bayi prematur dan
khawatir akan perkembangan si buah hati. "Kebetulan saya disarankan oleh
pihak rumah sakit untuk melakukan senam bayi, untuk membantu
perkembangan si kecil," ungkapnya. Dengan menggunakan buku panduan
mengenai senam bayi, dia mengakui si kecil lebih terbantu dalam proses
tumbuh kembang.
Ahli fisioterapi dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Surabaya Ninik
Sutini SMPh mengatakan, senam bayi juga bertujuan untuk mengejar
keterlambatan bayi yang terlahir prematur. "Sangat disarankan senam bayi
untuk bayi yang terlahir prematur untuk mengejar keterlambatannya. Jika
bayi yang lahir prematur tetapi tidak melakukan senam bayi maka bayi
tersebut akan berkembang apa adanya.
Hal ini dikarenakan tidak ada stimulasi atau rangsangan dari luar
sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tahap
perkembangan seperti bayi normal," kata Ninik. Namun, Ninik menjelaskan,
metode senam untuk bayi prematur sedikit berbeda dengan bayi yang
terlahir normal.
"Lebih mengacu pada kemampuan fisik bayi saat itu. Normalnya usia 4
bulan bayi sudah bisa merangkak, tapi kalau bayi prematur belum bisa,
paling dia baru bisa miring ke kanan, dan miring ke kiri. Dengan begitu
senamnya disesuaikan dengan perkembangan fisik si bayi," papar Ninik.
Pada tahap ini, lanjut Ninik, hal yang bisa dilakukan adalah dengan
menekuk secara perlahan kaki dan tangan bayi agar ototnya kuat sebagai
persiapan dia merangkak. "Yang jelas, metode senamnya diturunkan dari
standar tumbuh kembang bayi normal," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dengan senam akan membantu
melancarkan peredaran darah, selain itu edaran darah yang ke otak juga
akan semakin meningkat dan kemampuan sensorik juga akan terangsang lewat
senam bayi.
Karena itu berbagai aspek yang dibutuhkan untuk tahap tumbuh kembangnya,
seperti sensorik, motorik dan kognitif akan terangkum semuanya melalui
senam bayi. (mg-7)

Senam Diabetes

Penyakit diabetes mellitus atau kencing manis memang tak bisa dianggap remeh. Dalam tubuh hormon insulin diperlukan untuk mengubah glukosa (gula) menjadi energi. Karena tak mampu melakukan konversi gula menjadi energi tersebut, maka pasien DM mempunyai kadar glukosa tinggi dalam sistem tubuhnya. Keadaan ini dikenal sebagai gula darah tinggi atau hiperglikemi.
Penderita diabetes sering mengalami kekakuan pada kaki seperti kram atau ujung kaki merasa dingin. Penderita penyakit ini harus melakukan gerakan kaki ringan secara rutin waktunya sekitar 15 menit tidak boleh lebih.
Dalam posisi duduk santai, mungkin sambil menonton tv . Duduk dengan tegak di kursi jangan bersandar, kemudian lakukan gerakan :
1. Mengangkat kaki kanan sampai sebatas lutut, luruskan. Ditahan sampai hitungan ke 10. Gerakan jari- jari kaki seperti membuat cakar. Tekuk jari-jari kaki ke arah telapak kaki kemudian tahan sampai
hitungan ke 10. Kembalikan kaki kanan ke lantai. Lakukan hal yang sama dengan kaki kiri.
2. Angkat kedua kaki sampai sebatas lutut, luruskan. Ditahan dalam posisi tadi sampai hitungan ke 10.
gerakan jari-jari kedua kaki seperti membuat cakar. Tekuk jari-jari kaki tersebut seperti membuat c
3.Rapatkan paha. Letakan telapak kaki di lantai, kemudian angkat jari-jari kaki dengan posisi tumit tetap
dilantai, lalu letakan jari-jari kaki dilantai. Gerakan ini diulangi sampai 10 kali.
4.Rapatkan paha,angkat kedua tumit dengan posisi jari-jari menempel di lantai kemudian letakan kembali
tumit dilantai. Lakukan gerakan ini sampai 10 kali.
5.Rapatkan paha, angkat tumit dengan posisi jari-jari menempel di lantai, kemudian lebarkan telapak kaki
bagian belakang atau posisi membuka. Lalu rapatkan lagi atau tutup. Lakukan gerakan ini sampai 10
kali.
6.Renggangkan sedikit paha dan kaki. Posisi jari-jari menempel di lantai lalu buka telapak kaki bagian
depan. Rapatkan kembali atau tutup dengan posisi tumit tetap menempel lantai. Lakukan gerakan ini
sampai 10 kali.
7. Angkat kaki kiri sebatas lutut, luruskan. Mulailah menulis angka 1 s/d 10 dengan menggunakan jari-
jari kaki. Putarlah pergelangan kaki ke luar dari dalam. Kemudian letakan kembali kaki kiri ke posisi
semula. Lakukan gerakan yang pada kaki kanan lalu letakan kembali kaki kanan ke posisi semula.

Gerakan atau senam kaki ringan ini apabila dilakukan rutin akan membuat penderita diabetes lebih bugar fisiknya, sehingga kadar gula darah bisa dikendalikan.

Senam Parkinson

Senam Parkinson, Latih Keseimbangan

By : Niniek Soetini, S.ST.Ft
Ketika memasuki usia lanjut, tubuh makin rentan terhadap serangan beragam penyakit. Salah satu penyakit degeneratif yang menyerang saraf adalah parkinson. Kemampuan gerak dan keseimbangan penderita parkinson akan menurun. Gejalanya bisa tremor alias bagian tubuh tertentu sering gemetar. Otot dan anggota tubuh menjadi kaku. Selain itu, penderita mudah lelah dan lupa.

"Penyakit ini berbahaya karena bisa mengakibatkan risiko cedera yang sangat besar. Sebab, penderita kehilangan keseimbangan tubuh," kata Niniek Soetini S. St Ft, fisioterapis RS Siloam Surabaya.

Penyakit itu tentu akan sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Karena itu, diperlukan latihan untuk mencegah atau memperbaiki otot-otot tubuh. Ada sebuah senam yang gerakannya khusus diciptakan untuk menguatkan kerja otot dan membangun keseimbangan tubuh. "Senam ini pas dilakukan oleh para penderita parkinson. Tapi, mereka yang tidak kena penyakit ini juga bisa mencoba sebagai tindak pencegahan," ujar Niniek.

Senam parkinson dapat meningkatkan kesiagaan tubuh atau body awareness. Itu penting untuk menjaga agar tidak sampai jatuh. Sebab, mereka yang sudah terbiasa melatih keseimbangan secara refleks dapat menahan jika akan terjatuh.

Sebagai permulaan, sebelum melakukan senam, tetap harus ada pemanasan. Tujuannya, meminimalkan cedera dan mempersiapkan rasa gerak otot. Maksudnya, otot tidak kaget saat digerakkan. "Sebelum senam pastikan otot sudah lentur," tutur perempuan berusia 55 tahun itu.

Sebagai alat bantu senam digunakan bola besar. Bola tersebut dianggap alat paling aman. Karena itu, Niniek tidak menyarankan adanya penggantian alat. Hanya, mungkin ada beberapa warga evergreen yang tidak bisa melakukan semua gerakan senam sendiri, butuh bantuan orang lain. "Untuk meletakkan bola di punggung, misalnya," tutur Niniek.

Senam parkinson tidak menjurus pada kardiovaskuler. Berbeda dengan aerobik yang bekerja pada bagian prime muscle, senam itu lebih bekerja pada core muscle untuk stabilisator sendi. Senam tersebut juga mampu meningkatkan peredaran darah. ''Tujuannya tentu bukan untuk menambah massa otot,'' kata Niniek.

Gerakannya simultan berkesinambungan seperti menari. Untuk mendapatkan hasil maksimal, perlu latihan rutin. "Maksimal sih lima kali seminggu. Dalam tujuh hari itu, tetap sediakan jeda istirahat total selama dua hari," sarannya.

Hal tersebut berfungsi untuk proses pemulihan otot-otot yang telah dilenturkan. Senam itu dianjurkan untuk penderita parkinson karena gerakannya lambat. Ketukan pada setiap gerakannya 80 kali per menit. Senam juga tidak butuh gerakan meloncat dan berputar.

Niniek menambahkan, beberapa saran sebelum melaksanakan senam parkinson. Seseorang tidak disarankan senam jika malam sebelumnya tidak bisa tidur dengan lelap. ''Walaupun tidur lelap, jika badan terasa tidak enak, tidak disarankan senam. Sebab, itu dapat menurunkan koordinasi gerakan," paparnya.

Minum air putih di tengah-tengah latihan juga penting untuk mencegah dehidrasi. Cukup minum seteguk dua teguk. Jangan melakukan senam dalam keadaan lapar. Sebab, makanan itu dibutuhkan untuk mendapatkan kalori. "Tapi, usahakan makannya dua jam sebelum senam agar tidak kram otot perut," ujar Niniek. (war/ayi)

Gerakan 1: Melatih otot pelvis

Fungsi: Memfiksasi panggul supaya tidak mudah jatuh.

Cara: Duduk tegak di atas bola, kedua kaki agak terbuka. Jaga keseimbangan. Tegak dan pertahankan dalam waktu 10 detik, rileks, ulangi lagi gerakan sebanyak 10 kali.

Gerakan 2: Memindahkan berat badan ke satu sisi

Fungsi: Melatih rasa gerak sendi panggul dan otot-ototnya agar siap menghadapi perubahan posisi. Penting untuk mengatur strategi agar tidak jatuh terutama saat berdiri.

Cara: Posisi awal duduk tegak di atas bola. Kemudian, gerakkan bola dengan pantat ke kanan. Tahan dengan kedua tangan dan sebagian badan digerakkan ke arah berlawanan. Ini dilakukan untuk menahan berat badan jangan sampai jatuh menggelinding ke kanan. Ulangi 10 kali dengan arah berlawanan secara bergantian.

Gerakan 3: Penguatan otot pinggang, perut, dan paha

Fungsi: Menguatkan otot pinggang, perut, dan paha yang merupakan bagian dari penjaga keseimbangan.

Cara: Duduk tegak di atas bola. Kedua tangan saling bersentuhan. Angkat salah satu kaki perlahan hingga lurus sejajar paha. Lakukan gerakan dengan kaki yang berbeda. Ulangi 10 kali.

Gerakan 4: Melatih gerak sendi panggul

Fungsi: Menjaga keseimbangan.

Cara: Duduk tegak di atas bola. Kemudian gerakkan bola dengan pantat sedikit ke belakang. Kedua tangan diluruskan ke depan untuk menahan berat badan agar tidak jatuh ke belakang. Kembali lagi ke depan. Ulangi 10 kali.

Gerakan 5: Penguatan otot paha

Fungsi: Stabilisator sendi lutut. Mengurangi kemungkinan jatuh akibat kelemahan otot paha. Mengurangi nyeri otot.

Cara: Berdiri tegap dengan bola di belakang punggung. Turunkan bola dengan menggunakan tubuh bagian belakang. Turunkan hingga posisi kaki menekuk 90 derajat seperti mau duduk. Saat turun tahan 5 detik. Kemudian naik ke posisi semula dan ulangi lagi sebanyak 10 kali.

Gerakan 6: Melatih kelenturan otot punggung

Fungsi: Otot punggung menjadi lentur. Membuat gerak fleksibel, mengurangi risiko jatuh dan mencegah kekakuan pada panggul.

Cara: Duduk tegap di atas bola.

Kemudian gerakkan dan turunkan badan ke salah satu sisi. Posisikan kedua tangan sejajar menyentuh lantai sesuai arah badan. Ulangi dengan arah

bergantian. Masing-masing arah (kanan-kiri) diulangi sampai lima.

Gerakan 7: Melatih kelenturan otot samping

Fungsi: Mencegah kekakuan dan nyeri pada punggung. Menjaga kelenturan otot-otot punggung.

Cara: Berlutut dengan bola di samping badan. Gerakkan badan bersama kedua tangan ke sisi yang terdapat bola. Saat miring ke kanan, tangan yang terdekat dengan bola menyentuh bola. Lakukan dengan arah berbeda. Masing-masing arah lima repetisi.

Gerakan 8: Stretching otot dada

Fungsi: Meningkatkan ekspansi thorax atau dada. Sehingga, pengembangan paru lebih bagus. Masukan oksigen juga lebih banyak.

Cara: Berlutut dengan bola di depan badan. Kemudian dorong bola ke depan dengan kedua tangan. Dorong hingga tulang punggung dan tangan lurus.

SENAM HAMIL

Senam Haji

Haji adalah mengunjungi Mekkah untuk mengerjakan ibadah thawaf, sa’i, wukuf di padang arofah dan ibadah-ibadah lain demi memenuhi titah dan mengharap keridhaaNya. Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Dalam ibadah haji terdapat serangkaian ibadah yang berupa bekal mental, tetapi lebih dari itu ibadah haji membutuhkan bekal fisik dan harta benda. Bekal mental disiapkan dengan mendekatkan diri kepada Allah, bekal harta disiapkan selama bertahun-tahun dengan bekerja dan berusaha. Bekal fisik harus disiapkan untuk meningkatkan kesegaran jasmani, bisa dilakukan dengan cara latihan rutin selama minimal 3 bulan sebelum keberangkatan ke tanah suci. Fisioterapi sebagai salah satu tenaga kesehatan yang bertanggung jawab pada gangguan gerak dan fungsi, mempunyai peranan yang besar dalam menyiapkan bekal fisik. Salah satunya dengan memberikan latihan berupa senam haji, yang bisa dilakukan selama 26-36 kali sebelum keberangkatan. Menurut penelitian Djohan Aras, (2004) Fisioterapi senam haji ini telah meningkatkan kebugaran jasmani sekitar 26, 49%. Dengan senam haji ini diharapkan calon jema’ah haji dapat beribadah dengan baik sehingga tercapai tujuan ibadah itu sendiri yaitu untuk mencapai ketaqwaan yang tergambar dalam haji mabrur.

PENDAHULUAN
Haji merupakan serangkaian
ibadah yang tidak hanya melibatkan batin
saja tetapi lebih dari itu, haji juga
memerlukan kondisi fisik yang prima.
Setiap muslim pasti berkeinginan untuk
bisa berkunjung dan beribadah di Rumah
Allah (Baitullah). Minimal sekali seumur
hidup diwajibkan bagi setiap muslim yang
mampu untuk beribadah haji.
Hal inisesuai dengan firman Allah dalam surat
Ali’Imran (3) : 97 “ Mengerjakan haji
merupakan kewajiban manusia kepada
Allah, yakni bagi orang yang mampu
melaksanakan perjalanan ke Baitullah.
Barangsiapa mengingkarinya, maka
sesungguhnya Allah Maha Kaya ( tidak
memerlukan sesuatu) dari alam semesta”.
Seseorang dianggap mampu untuk beriba-
dah haji bila ia: 1) seorang mukallaf yang
sehat badannya atau bila dia tidak sehat
badannya dalam artian tua, cacat atau sakit
bisa diwakilkan kepada yang lebih mampu;
2) terjamin keamanan jiwa dan harta calon
jemaah haji; 3) Mem-punyai bekal dan
biaya ke tanah suci, bekal ini berarti cukup
harta untuk dirinya sendiri dan untuk yang
ditinggalkannya. (Sabiq, 1994) Bekal dan
kemampuan harus disiapkan sebelum
keberangkatan ke Baitullah. Bekal dalam
melaksanakan ibadah haji meliputi bekal
mental, fisik, maupun harta benda. Dari segi
mental, ibadah haji memerlukan mental
yang baik untuk mampu beribadah dengan
baik. Seseorang harus mampu mengendali-
kan diri dan bersabar. Seperti dalam firman-
Nya: Haji adalah beberapa bulan yang
dimaklumi, barang siapa yang menetapkan
niatnya dalam bulan itu akan mengerjakanHaji,
maka tidak boleh rafats, berbuat fasik
dan berbantah-bantahan di dalam masa
mengerjakan haji. Dan apa yang kamu
kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah
mengetahuinya. Berbekallah, dan sesung-
guhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa
dan bertaqwalah kepada-Ku, hai orang-
orang yang berakal. (QS 2. Al-Baqarah:
197) Dari segi fisik, harus kuat dan mampumenjalankan ibadah yang sarat dengan ke-
giatan fisik. Segi harta benda, seseorang
yang akan pergi haji harus mempunyai
cukup biaya untuk perjalanan ke sana mau-
pun untuk keluarga yang ditinggalkannya.
Pengertian haji sendiri adalah
mengunjungi Mekkah untuk mengerjakan
ibadah thawaf, sa’i, wukuf di padang
arofah dan ibadah-ibadah lain demi
memenuhi titah dan mengharap keridha-
anya. Haji merupakan rukun Islam yang
kelima.(Sabiq, 1994)
Kesehatan fisik mutlak dibutuhkan
untuk bisa melaksanakan ibadah dengan
baik, walaupun ada beberapa ibadah
tertentu yang bisa diwakilkan kepada
orang lain dengan membayar denda.
Setiap calon jemaah haji mutlak memer-
lukan persiapan fisik yang baik sebelum
berangkat ke tanah suci. Padatnya
kegiatan ibadah di tanah suci menuntut
seseorang yang akan beribadah haji
untuk mempersiapkan diri secara opti-
mal. Selain itu kesehatan fisik juga
diperlukan bagi setiap orang, seperti
sabda Rasullullah SAW “ Sesungguhnya
badanmu mempunyai hak atas dirimu”
(H. R. Bukhari). Pesan ini bermula dari
teguran Rasul Allah kepada beberapa
sahabat yang bermaksud melampaui
batas dalam beribadah, sehingga kebu-
tuhan jasmaninya terabaikan dan kese-
hatannya terganggu. Padahal kesehatan
merupakan kebutuhan manusia yang
paling mendasar. Walau seseorang
tersebut mempunyai kekayaan yang
berlimpah tapi bila dia sakit atau tidak
dalam keadaan yang sehat maka dia tidak
akan bisa menikmati kekayaannya
dengan baik.
Persiapan fisik yang baik perlu
dilakukan karena sekitar 70% dari
aktifitas haji melibatkan aktifitas fisik.
Aktifitas fisik ini sudah mulai dilakukan
sejak di tanah air, diantaranya adalah :
-Latihan manasik haji selama bebe-
rapa bulan. Kegiatan ini ditujukan
agar para calon jema’ah haji bisa
dengan lancar melaksanakan ibadah
haji di tanah suci. Hal ini sesuai
dengan hadist Rasullullah Shallallahu
‘alaihi Wassalam “Ambilah contoh
dariku pelaksanaan ibadah haji
kalian” (H R Muslim).
-Menerima tamu pada acara tasya-
kuran keberangkatan haji dimana
calon jemaah haji memohon pamit
kepada kerabat dan saudara.
-Keberangkatan ke asrama haji
-Ke bandara dan perjalanan ke Arab
Saudi yang memerlukan waktu ± 10
jam.
Kegiatan lain baik wajib maupun
sunah selama di Arab Saudi juga memer-
lukan kondisi fisik yang prima seperti
Umroh, wukuf di Padang Arofah,
Thawaf Ifadhah, Sa’i, Mabit di Muzda-
lifah dan Mina, melontar jamarot, dan
thawaf Wada’. Selain kegiatan di
Makkah Al Mukarromah, ibada
di Madinah seperti ziarah d
nabawi, Jabal uhud dan lain-la
pakan kegiatan ibadah yang mem
penampilan fisik yang prima.
LAYANAN FISIOTERAPI HAJI
Fisioterapi sebagai salah satu
tenaga medis yang bertanggung jawab
terhadap gerak dan fungsi mempunyai
peranan yang cukup besar dalam me-
ningkatkan kesegaran jasmani bagi calon
jemaah haji. Layanan Fisioterapi haji ini
meliputi aspek :
1. Promotif yakni berupa pendidikan
kesehatan dan penyuluhan tentang
sikap/ posisi tubuh yang benar dalam
setiap kegiatan haji.
2. Preventif seperti memberikan senam
dan latihan fisik untuk meningkatkan
kebugaran.
3. Curatif seperti pencarian kasus
sedini mungkin dan pemberian terapi
setepat dan secepat mungkin
4. Rehabilitatif seperti pengembalian
dan pemulihan bagi penderita yang
mempunyai permasalahan gerak dan
fungsi. (Aras, 2004)
TAHAPAN PELAYANAN FISIO-
TERAPI HAJI
Ketika memberikan pelayanna
Fisioterapi, seorang Fisioterapis selalu
melakukan Proses Fisioterapi yang
meliputi : 1) Assesment ; 2) Diagnosis ;
3) Planning ;4) Intervensi ; 5) Evaluasi ;
6) Dokumentasi. (Hardjono, 2002)
1. Assesment
Assesment adalah pemeriksaan
yang dilakukan sebelum menentukan
diagnosis terapi. Yang termasuk asses-
ment adalah pemeriksaan dan evaluasi
pada individu atau kelompok. Assesment
dilakukan pada seseorang atau kelom-
pok yang mempunyai gangguan atau
potensial mempunyai gangguan, keter-
batasan fungsi, ketidakmampuan yang
lain dengan cara pengambilan perjalanan
penyakit (hystory taking), skreening,
test khusus, pengukuran dan evaluasi dari
hasil pemeriksaan melalui analisa dan
sintesa dalam sebuah proses pertim-
bangan. (Hardjono, 2002)
Pada kelompok calon jemaah haji
ini assesment yang dilakukan meliputi dua
kelompok yaitu kelompok yang menga-
lami keluhan dan kelompok yang tanpa
keluhan. Kelompok yang mengalami
keluhan diperiksa sesuai dengan keluhan
yang dideritanya dengan anamnesis,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan gerak,
dan pemeriksaan khusus. Kelompok
yang tidak mengalami keluhan spesifik
dan kelompok yang mengalami keluhan,
keduanya dilakukan tes Balke untuk
mengukur kesegaran jasmani. Tes Balke
dilakukan dengan mengukur VO2max
yaitu mengukur Volume O2 maximal
yang ada dalam paru. Tes Balke dilaku-
kan dengan cara meminta seseorang testi
untuk berjalan atau berlari sesuai dengan
kemampuannya selama 15 menit. Kemu-
dian jarak yang mampu ditempuh diukur
dalam satuan meter. Cara menen-tukan
Vo2 max dengan rumus sebagai berikut :
Vo2 max = K + ((Y – c) x C)
Keterangan :
X=jarak tempuh
Y=Jarak tempuh /menit (Total jarak
dibagi waktu)
c=Bilangan konstanta : 133
C=Bilangan konstan : 0,172
K=Bilangan konstan : 33,3
Hasil yang didapat dari peng-
hitungan dengan rumus diatas, dinilai
dengan tabel dibawah ini
(Mardiman, 1994)
NO KATEGORI
NILAI Vo2 Max
(ml/kgbb/min)
1 Baik Sekali > 52,1
2 Baik 52 – 42,1
3 Sedang 42 – 34,1
4 Kurang 34 – 28,1
5 Kurang Sekali <>
2. Diagnosis
Diagnosis ditegakkan dari peme-
riksaan dan evaluasi dan menyatakan
hasil dari proses pertimbangan/ pemi-
kiran klinis, dapat berupa pernyataan
disfungsi gerak, dapat meliputi kategori
kelemahan, limitasi fungsi, kemampuan/
ketidakmampuan atau sindrom. Diag-
nosis ini menggambarkan keadaan
pasien, menuntun menentukan prognosis
dan menuntun rencana intervensi atau
terapi. (Hardjono, 2002)
Pada kelompok haji ini diagnosis
ditetapkan sesuai dengan hasil assesment
diatas. Bagi kelompok yang mempunyai
keluhan , diagnosis ditetapkan sesuai
dengan hasil pemeriksaan, sedangkan
diagnosis kesegaran jasmani ditetapkan
sesuai dengan hasil tes Balke.
3. Planning
Planning atau perencanaan dimulai
dengan pertimbangan kebutuhan inter-
vensi dan biasanya menuntun kepada
pengembangan rencana intervensi.
Planning dapat menjadi pemikiran
perencanaan alternatif untuk dirujuk
kepada pihak lain bila dipandang
kasusnya tidak tepat bila ditangani oleh
Fisioterapi.
Pada kelompok haji ini planning
yang dibuat adalah sesuai dengan hasil
diagnosis. Untuk keadaan yang berhu-
bungan dengan kesegaran jasmani,
planning yang dibuat adalah untuk
memelihara dan meningkatkan kese-
garan jasmani para calon jemaah haji.
4. Intervensi
Intervensi diimplementasikan dan
dimodifikasikan untuk mencapai tujuan
yang disepakati dan dapat termasuk
penanganan secara manual, peningkatan
gerakan, peralatan fisis, perelatan elektro-
terapeutis dan mekanis, pelatihan fungsional,
penentuan bantuan dan penentuan alat
bantu, instruksi dan konseling, dokumentasi
dan koordinasi dan komunikasi. Intervensi
dapat juga ditujukan pada pencegahan
ketidak-normalan, keterbatasan fungsi,
ketidak-mampuan dan cidera, termasuk
juga peningkatan dan pemeliharaan kese-
hatan, kualitas hidup, kebugaran segala
umur dan segala lapisan masyarakat.
(Hardjono, 2002)
Perencanaan prosedur intervensi
berdasarkan pada :
a.Hasil assesment (pemeriksaan dan
evaluasi) dan diagnosa
b.Prognosisi yang berhubungan dengan
peningkatan kondisi
c.Rencana asuhan Fisioterapi misalnya
intensitas, frekuensi, durasi, urutan dll
d.Kompleksitas dan berat-ringannya
kondisi klinis
e.Kemampuan pasien
f.Harapan pasien/ klien dan keluarga
Pada kelompok haji ini intervensi
yang diberikan untuk meningkatkan
kesegaran jasmani adalah dengan
memberikan senam haji. Senam haji
merupakan gerakan senam yang meliputi
kelemasan, kelenturan, penguatan,
keseimbangan dan koordinasi. Senam-
nya memadukan antara gerakan fisik dan
rohani dan aransemennya adalah dzikir.
Dengan demikian, maka ada perpaduan
yang intens antara gerak dan dzikir.
Fisioterapi haji sebaiknya dilakukan
selama tiga bulan sebelum menunaikan
ibadah haji yaitu sekitar 26 – 36 kali
pertemuan. Menurut Djohan Aras (2004)
Fisioterapi haji ini telah meningkatkan
kebugaran jasmani sekitar 26, 49%.
Senam Haji ini meliputi : 1) Pemana-
san ; 2) Gerakan Olah napas ; 3) Gerakan
Inti ; 4) Pendinginan dan 5) Haptonomi.
Selain melakukan gerakan tubuh pada
setiap gerakan selalu diiringi dengan dzikir
yang berupa kalimah “Laailaaha Illallah,
Allahu Akbar dan Astaghfirullah.
a.Pemanasan
Posisi awal pemanasan adalah
berdiri tegak dengan kaki sedikit
membuka. Setiap gerakan ditahan hingga
3x lafadz Laailaaha Illallah
Gerakan 1:Tekan dagu dengan tangan
kiri ke arah sebelah kanan
hingga dagu sejajar dengan
bahu kanan. Setelah itu
balas gerakan ke kiri.
Gerakan 2:Tarik kepala sisi kiri dengan
tangan kanan ke arah kanan.
Balas gerakan ke arah kiri.
Gerakan 3:Gerakkan kepala menun-
duk sampai penuh
Gerakan 4: Gerakkan kepala mene-
ngadah.
Gerakan 5: Letakkan lengan kanan
lurus ke arah kiri sejajar
dengan bahu kemudian
lengan kiri, tekankan ke
siku kanan. Kemudian
balas dengan lengan kiri.
Gerakan 6: Letakkan kedua lengan
diatas kepala dan masing-
masing tangan memegang
siku yang berlawanan,
kemudian tarik siku kanan
ke arah kiri. Lakukan juga
untuk siku kiri.
Gerakan 7: Silangkan kaki kanan de-
ngan kaki kiri. Letakkan ta-
ngan kiri di pinggang dan
tangan kanan lurus keatas.
Tarik tubuh ke arah kiri dan
lakukan juga untuk sebelah
kiri.
Gerakan 8:Tekuk kaki kanan ke bela-
kang dan pegang dengan
tangan kiri, tangan kanan
lurus ke samping. Tarik
kaki kanan dengan kaki
kiri sampai maksimal dan
balas dengan kaki kiri.
Gerakan 9: Kedua tangan di pinggang,
kaki kanan dibuka ke sam-
ping lalu tekuk sampai
terasa adanya uluran dari
sebelah mediah tungkai.
Balas ke samping kiri.
Gerakan 10: Berdiri tegak dengan ke-
dua kaki rapat, kemudian
badan dibungkukkan me-
raih kedua ujung kaki de-
ngan pandangan ke lutut.
b.Gerakan Olah Napas
Pada gerakan olah napas ini,
dilafadzkan dalam hati kalimah Allahu
Akbar saat menarik napas melalui hidung
dan kalimat Astaghfirullah saat meng-
hembuskan napas melalui mulut. Posisi
awal gerakan olah napas adalah berdiri
tegak dengan kedua kaki sedikit mem-
buka dan kedua lengan berada di
samping tubuh. Setiap gerakan olah
napas diulang sebanyak 2 (dua) kali.
Gerakan 1:Menunduk kemudian de-
ngan perlahan menengadah
sambil menarik napas, lalu
menunduk sambil meng-
hembuskan napas.
Gerakan 2:Kedua lengan memegang
bahu, kemudian putar ke-
dua tangan atau siku ke
depan atas secara per-
lahan-lahan sambil tarik
napas. Turunkan/putar
kedua tangan/siku ke bela-
kang bawah secara per-
lahan sambil menghem-
buskan napas.
Gerakan 3:Ayunkan kedua lengan ke
arah kanan atas sambil
tarik napas kemudian kem-
balikan kedua lengan seca-
ra perlahan ke posisi se-
mula sambil menghem-
buskan napas.
c.Gerakan Inti
Pada gerakan inti ini, diawali dan
diselingi dengan gerakan peralihan yang
berupa jalan di tempat dengan ayunan
tangan bergantian di depan dada. Gera-
kan peralihan dan gerakan inti ini diulang
sampai 4 x lafadz Laailaaha Illallah.
Gerakan 1: Lari di tempat dengan cara
mengeper yang diawali
dengan kaki kanan
Gerakan 2:Melangkah ke depan em-
pat langkah (dimulai de-
ngan kaki kanan), pada
langkah yang ke-4 kedua
lengan diangkat lurus ke-
atas. Kemudian mundur 4
langkah yang dmulai de-
ngan kaki kiri dan pada
langkah yang ke-4 kedua
lengan diangkat ke atas.
Gerakan 3:Ayunkan kedua lengan ke
depan dengan siku ditekuk
90o
(lengan atas setinggi
bahu), bersamaan dengan
itu langkahkan kaki ke ka-
nan satu langkah lalu kem-
bali ke kiri. Gerakan ini diu-
langi hingga 2x lafadz Laa-
illaha Illallah. Pada lafadz
Laaillaha Illallah yang ke-3,
luruskan kedua lengan ke
depan sambil melangkah ke
kanan 2 x. Pada lafadz
Laillaha Illallah yang ke-4
kembali ke kiri 2 langkah.
Gerakan 3 ini diulangi lagi
setelah gerakan peralihan.
Gerakan 4:Buka kedua lengan ke
samping dengan siku dite-
kuk 90o
(lengan atas diang-
kat setinggi bahu). Bersa-
maan denganitu, langkah-
kan kaki ke kanan 1 lang-
kah lalu kembali ke kiri.
Ulangi hingga 2x Laaillaha
Illallah. Pada lafadz Laaillaha
Illallah yang ke-3 luruskan
kedua lengan ke atas dan te-
kuk kembali (seperti menarik
sesuatu dari atas) sambil me-
langkah ke kanan 2x. Pada
lafadz Laaillaha Illallah yang
ke-4 kembali ke kiri 2 lang-
kah. Setelah gerakan perali-
han, gerakan inti 4 diulangi
lagi.
Gerakan 5 : Kedua tangan mengepal di
depan dada (kepalan ta-
ngan menghadap ke ba-
wah), kemudian tarik ke-
dua siku ke belakang ber-
samaan dengan melang-
kahkan kaki kanan ke
depan sedikit ke samping
dan tarik kembali ke depan
kedua siku diikuti kaki kiri.
Setelah itu kaki kanan
mundur kembali diikuti
kaki kiri (dua langkah kaki
kanan dan kiri adalah 1x
Laaillaaha Illallah). Pada
lafadz Laaillaha Illallah yang
ke-3, angkat kedua kepa-
lan tangan hingga diatas
kepala lalu kembali ke
depan perut. Langkah kaki
sama dengan Lafadz I dan
II. Ulangi gerakan hingga 2x
lafadz Laaillaha Illlallah.
Gerakan 5 diulangi hingga
4x lafadz Laaillaaha Illallah.
Gerakan inti di akhiri de-
ngan gerakan peralihan.
d.Pendinginan
Setiap gerakan pada pendinginan
ini selalu ditahan sampai dengan 4x
Lafadz Laaillaha Illallah.
Gerakan 1: Berdiri tegak dengan kaki
sedikit terbuka, kemudian
luruskan kedua lengan ke
depan dengan tangan sa-
ling berpegangan.
Gerakan 2: Langkahkan kaki kanan ke
depan lalu ditekuk dan
kaki kiri tetap lurus. Le-
takkan kedua tangan lurus
di belakang dengan telapak
tangan ditarik ke arah
punggung tangan.
Gerakan 3: dari gerakan 3, luruskan
kaki kanan yang di depan
dengan telapak kaki di
tekuk dan kaki kiri ditekuk
dan kedua tangan diletak-
kan pada pangkal paha.
Ulur paha kanan bagian
belakang.
Gerakan 4: Berdiri tegak dengan kaki
sedikit terbuka, tarik ke-
dua tangan ke atas dan
saling berpegangan.
Gerakan 5: Ulangi gerakan 2 dengan
kaki kiri di depan.
Gerakan 6: Ulangi gerakan 3 dengan
kaki kiri di depan.
Gerakan 7: Berdiri dengan kaki sedikit
terbuka. Cobalah kumpul-
kan udara dengan menarik
kedua telapak tangan ke
atas setinggi dada sambil
menarik napas (telapak ta-
ngan menghadap ke atas).
Lakukan hingga 2x lafadz
Laaillaha Illallah. Pada
lafadz ke-3, balik tangan
menghadap ke bawah sam-
bil hembuskan napas. Laku-
kan hingga 2x lafadz Laa-
illaha Illallah. Ulangi 1x lagi.
Gerakan 8: Berdiri tegak dengan kaki
sedikit terbuka, angkat
kedua lengan keatas hing-
ga terbuka sejajar dengan
bahu sambil menarik na-
pas. (2x lafadz Laaillaha
Illallah). Kembalikan ke-
dua lengan ke posisi semula
sambil menghembuskan
napas. (2x lafadz Laaillaha
Illallah). Pada lafadz Laa-
illaha Illallah yang ke-5,
angkat kedua lengan dari
samping badan hingga ke-
dua telapak tangan bertemu
diatas kepala sambil mena-
rik napas (2x lafadz Laa-
illaha Illallah) Pada lafadz
Laailaha Illalllah yang ke-
7 dan 8 kembalikan kedua
lengan ke posisi semula
sambil hembuskannapas
bersamaan dengan itu ra-
patkan kaki.
e.Haptonomi
Haptonomi merupakan relaksasi
general dan kepasrahan yang utuh
kepada Yang Maha Kuasa. Langkah-
langkah haptonomi ini adalah ;
a.Tidur terlentang dan atur napas
selonggar mungkin
b.Tutup mata dan dengarkan detak
jantung anda
c.Hilangkan semua masalah di rumah,
di keluarga, tetangaa, pekerjaan dan
di kantor.
d.Pusatkan pikiran hanya kepada Allah
SWT
e.Bayangkan ada tulisan Laailaaha
Illallah dan Allaahu Akbar
f.Hubungkan hati dan fikiran anda
dengan tulisan Laailaaha illallah,
masukkan diri anda bersama dengan
Allah SWT
g.Silahkan tidur.
(Aras, 2004)
5.Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu peme-
riksaan kembali untuk mengetahui hasil
yang sudah didapat dan untuk meren-
canakan program selanjutnya.
6.Dokumentasi
Dokumentasi adalah sistem admi-
nistrasi yang menjamin pasien/ klien
menerima kualitas pelayanan yang tepat,
komprehensif, efisien dan efektif dari
kedatangan sampai selesai. Dokumentasi
biasanya berupa catatan yang dibuat
selama pasien/klien mendapat asuhan
Fisioterapi. (Hardjono, 2002)
KESIMPULAN
Fisioterapi merupakan bagian
intergral dari pelayanan kesehatan yang
bertanggung jawab terhadap gerak dan
fungsi, mempunyai peranan penting
dalam peningkatan kesegaran jasmani.
Kesegaran jasmani mutlak dibutuhkan
oleh seseorang yang menunaikan ibadah
haji, karena 70% kegiatan haji meli-
batkan aktifitas fisik yang membutuhkan
kesegaran jasmani yang baik. Untuk
meningkatkan kesegaran jasmani terse-
but, fisioterapi mempunyai modalitas
yang berupa senam haji yang sebaiknya
dilakukan selama 26 – 36 minggu
sebelum keberangkatan haji. Menurut
hasil penelitian Djohan Aras (2004),
setelah dilakukan Fisioterapi haji (senam
haji) terjadi peningkatan kesegaran
jasmani sebesar 26,49%. Fisioterapi haji
mempunyai tahapan-tahapan pelayanan
yang berupa assesment, diagnosa,
planning, intervensi, evaluasi dan do-
kumentasi. Intervensi yang dipilih untuk
meningkatkan kesegaran jasmani adalah
senam haji yang terdiri atas pemanasan,
gerakan olah napas, gerakan inti,
pendinginan dan haptonomi atau relak-
sasi. Setelah melakukan senam haji,
diharapkan kesegaran jasmani para calon
jemaah haji dapat meningkat, sehingga
seluruh kegiatan ibadah haji di Tanah suci
Makkah dapat berjalan dengan lancar.
Selain melakukan senam haji, sebaiknya
calon jema’ah haji juga melakukan latihan
sendiri di rumah, yang bisa berupa
latihan jalan kaki atau jogging selama 30
menit perhari.

DAFTAR BACAAN
______, Alqu’an dan Terjemahnya,
Departemen Agama RI, 2000
______, Fisioterapi Haji Tingkatkan
Kebugaran, http://www.republika.
co.id/ASP/korandetail. asp?id
=171002 &kat_id=13&kat_id1=
&kat_id2=
_____, Kesehatan Haji, http://www.
geocities.com/yahdi.geo/Kese-
hatan.htm
_____, Olahraga, Kunci Kebugaran
Selama Menunaikan Ibadah Haji,
http://bintanpos.com/
wawancara13:html, 15/11/04.
_____, Tahap-Tahap Pemeriksaan
Kesehatan Calon Jemaah Haji,
http://www.haji.info/index.php?
Isi=berita/beritalengkap& id
berita=1150, 23/06/04
Agus Widodo, Materi Tarbiyah Hajji
Tinjauan Analisis, http://ktpdi.
isnet.org/tarbiyah.php?id=0016,
15/11/04
A. Mustofa Bisri, Nasihat Haji, http://
www.pesantrenvirtual.com/fk/
030.shtml, 15/11/04
A. Sajoto, Peningkatan dan Pembinaan
Kondisi Fisik dalam Olahraga,
Dahara Prize, Semarang, 1995.
Dangsina Moeloek & Arjatmo Tjokro-
negoro, Kesehatan dan Olah-
raga, FKUI, Jakarta, 1984.
Djohan Aras & Fahrul Islam, Buku
Petunjuk Pelaksanaan Senam
Haji, Makasar, 2004
Ewles, Linda & Ina Simnet, Promosi
Kesehatan,Gadjah Mada Univer-
sity Press, Yogyakarta,
Entjang, Indan, dr, Ilmu Kesehatan
Masyarakat, PT Citra Aditya
Bakti, Bandung 1997
Freddy Rangkuti & Siti Haniah, Per-
jalanan Menuju Haji Mabrur
dan Manajemen Waktu, PT
Gramedia Pustaka Utama, Ja-
karta, 2000
Hasbi Ash Shidiqi, Teungku Muhammad,
Pedoman Haji, Pustaka Rizki
Putra, Semarang, 1999
Iskandar Z Adisapoetra dkk., Panduan
Teknis Tes dan Latihan Kese-
garan Jasmani, Pusat Pengkajian
dan Pengembangan Iptek Olah-
raga Kantor Menteri Negara
Pemuda dan Olahraga, Jakarta. ,
1999.
Iwan Setiawan, Latihan Kondisi Fisik,
ITB Bandung, 1991.
Johanes Hardjono Sistem Asuhan
Fisioterapi, Makalah Lokakarya
IFI, Surabaya, 2002
Majelis dan Pengembangan Pemikiran
Islam PDM Kota Surakarta,
Tuntunan Praktis Mengerjakan
Ibadah Haji, Lembaga studi Islam
UMS, Surakarta, 2003
M. Quraish Shihab, Haji, http://media.
isnet.org/islam/Paramadina/
Konteks/HajiQS.html, 15/11/
2004
M. Syamsi Ali, Haji Sosial, http://
ktpdi.isnet.org/tarbiyah.
php?id=1102
Mulyono, B, Pengukuran dan Evaluasi
Olahraga, Depdikbud RI UNS,
Surakarta, 1995.
Peni Mutalib, Mengukur Kemampuan
Fisik Pengolahraga secara
sederhana, Penerbit Arcan, 1984.
Sabiq, Sayyid, Fikih Sunnah Jilid 5, PT
Al Ma’arif , Bandung, 1994
Sri Mardiman, et all, Dokumentasi
Persiapan Praktek Profesional
Fisioterapi, Pusdiknakes, 1994
Tri Hernowo, Persiapan calon jamaah
Haji Dengan Latihan Kesegaran
Jasmani dan Menu Makanan
Pada Musim Dingin, http://www.
haji.info/index.php? Isi=berita/
beritalengkap&idberita=1141, 25/
06/04
Yusuf Burhanuddin, Haji dan Amanah
Sosial, http://www.pesantren-
virtual.com/hikmah/002.shtml, 28/
03/2002