Senin, 13 September 2010
Senam Diabetes
Penderita diabetes sering mengalami kekakuan pada kaki seperti kram atau ujung kaki merasa dingin. Penderita penyakit ini harus melakukan gerakan kaki ringan secara rutin waktunya sekitar 15 menit tidak boleh lebih.
Dalam posisi duduk santai, mungkin sambil menonton tv . Duduk dengan tegak di kursi jangan bersandar, kemudian lakukan gerakan :
1. Mengangkat kaki kanan sampai sebatas lutut, luruskan. Ditahan sampai hitungan ke 10. Gerakan jari- jari kaki seperti membuat cakar. Tekuk jari-jari kaki ke arah telapak kaki kemudian tahan sampai
hitungan ke 10. Kembalikan kaki kanan ke lantai. Lakukan hal yang sama dengan kaki kiri.
2. Angkat kedua kaki sampai sebatas lutut, luruskan. Ditahan dalam posisi tadi sampai hitungan ke 10.
gerakan jari-jari kedua kaki seperti membuat cakar. Tekuk jari-jari kaki tersebut seperti membuat c
3.Rapatkan paha. Letakan telapak kaki di lantai, kemudian angkat jari-jari kaki dengan posisi tumit tetap
dilantai, lalu letakan jari-jari kaki dilantai. Gerakan ini diulangi sampai 10 kali.
4.Rapatkan paha,angkat kedua tumit dengan posisi jari-jari menempel di lantai kemudian letakan kembali
tumit dilantai. Lakukan gerakan ini sampai 10 kali.
5.Rapatkan paha, angkat tumit dengan posisi jari-jari menempel di lantai, kemudian lebarkan telapak kaki
bagian belakang atau posisi membuka. Lalu rapatkan lagi atau tutup. Lakukan gerakan ini sampai 10
kali.
6.Renggangkan sedikit paha dan kaki. Posisi jari-jari menempel di lantai lalu buka telapak kaki bagian
depan. Rapatkan kembali atau tutup dengan posisi tumit tetap menempel lantai. Lakukan gerakan ini
sampai 10 kali.
7. Angkat kaki kiri sebatas lutut, luruskan. Mulailah menulis angka 1 s/d 10 dengan menggunakan jari-
jari kaki. Putarlah pergelangan kaki ke luar dari dalam. Kemudian letakan kembali kaki kiri ke posisi
semula. Lakukan gerakan yang pada kaki kanan lalu letakan kembali kaki kanan ke posisi semula.
Gerakan atau senam kaki ringan ini apabila dilakukan rutin akan membuat penderita diabetes lebih bugar fisiknya, sehingga kadar gula darah bisa dikendalikan.
Senam Parkinson
By : Niniek Soetini, S.ST.Ft
Ketika memasuki usia lanjut, tubuh makin rentan terhadap serangan beragam penyakit. Salah satu penyakit degeneratif yang menyerang saraf adalah parkinson. Kemampuan gerak dan keseimbangan penderita parkinson akan menurun. Gejalanya bisa tremor alias bagian tubuh tertentu sering gemetar. Otot dan anggota tubuh menjadi kaku. Selain itu, penderita mudah lelah dan lupa.
"Penyakit ini berbahaya karena bisa mengakibatkan risiko cedera yang sangat besar. Sebab, penderita kehilangan keseimbangan tubuh," kata Niniek Soetini S. St Ft, fisioterapis RS Siloam Surabaya.
Penyakit itu tentu akan sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Karena itu, diperlukan latihan untuk mencegah atau memperbaiki otot-otot tubuh. Ada sebuah senam yang gerakannya khusus diciptakan untuk menguatkan kerja otot dan membangun keseimbangan tubuh. "Senam ini pas dilakukan oleh para penderita parkinson. Tapi, mereka yang tidak kena penyakit ini juga bisa mencoba sebagai tindak pencegahan," ujar Niniek.
Senam parkinson dapat meningkatkan kesiagaan tubuh atau body awareness. Itu penting untuk menjaga agar tidak sampai jatuh. Sebab, mereka yang sudah terbiasa melatih keseimbangan secara refleks dapat menahan jika akan terjatuh.
Sebagai permulaan, sebelum melakukan senam, tetap harus ada pemanasan. Tujuannya, meminimalkan cedera dan mempersiapkan rasa gerak otot. Maksudnya, otot tidak kaget saat digerakkan. "Sebelum senam pastikan otot sudah lentur," tutur perempuan berusia 55 tahun itu.
Sebagai alat bantu senam digunakan bola besar. Bola tersebut dianggap alat paling aman. Karena itu, Niniek tidak menyarankan adanya penggantian alat. Hanya, mungkin ada beberapa warga evergreen yang tidak bisa melakukan semua gerakan senam sendiri, butuh bantuan orang lain. "Untuk meletakkan bola di punggung, misalnya," tutur Niniek.
Senam parkinson tidak menjurus pada kardiovaskuler. Berbeda dengan aerobik yang bekerja pada bagian prime muscle, senam itu lebih bekerja pada core muscle untuk stabilisator sendi. Senam tersebut juga mampu meningkatkan peredaran darah. ''Tujuannya tentu bukan untuk menambah massa otot,'' kata Niniek.
Gerakannya simultan berkesinambungan seperti menari. Untuk mendapatkan hasil maksimal, perlu latihan rutin. "Maksimal sih lima kali seminggu. Dalam tujuh hari itu, tetap sediakan jeda istirahat total selama dua hari," sarannya.
Hal tersebut berfungsi untuk proses pemulihan otot-otot yang telah dilenturkan. Senam itu dianjurkan untuk penderita parkinson karena gerakannya lambat. Ketukan pada setiap gerakannya 80 kali per menit. Senam juga tidak butuh gerakan meloncat dan berputar.
Niniek menambahkan, beberapa saran sebelum melaksanakan senam parkinson. Seseorang tidak disarankan senam jika malam sebelumnya tidak bisa tidur dengan lelap. ''Walaupun tidur lelap, jika badan terasa tidak enak, tidak disarankan senam. Sebab, itu dapat menurunkan koordinasi gerakan," paparnya.
Minum air putih di tengah-tengah latihan juga penting untuk mencegah dehidrasi. Cukup minum seteguk dua teguk. Jangan melakukan senam dalam keadaan lapar. Sebab, makanan itu dibutuhkan untuk mendapatkan kalori. "Tapi, usahakan makannya dua jam sebelum senam agar tidak kram otot perut," ujar Niniek. (war/ayi)
Gerakan 1: Melatih otot pelvis
Fungsi: Memfiksasi panggul supaya tidak mudah jatuh.
Cara: Duduk tegak di atas bola, kedua kaki agak terbuka. Jaga keseimbangan. Tegak dan pertahankan dalam waktu 10 detik, rileks, ulangi lagi gerakan sebanyak 10 kali.
Gerakan 2: Memindahkan berat badan ke satu sisi
Fungsi: Melatih rasa gerak sendi panggul dan otot-ototnya agar siap menghadapi perubahan posisi. Penting untuk mengatur strategi agar tidak jatuh terutama saat berdiri.
Cara: Posisi awal duduk tegak di atas bola. Kemudian, gerakkan bola dengan pantat ke kanan. Tahan dengan kedua tangan dan sebagian badan digerakkan ke arah berlawanan. Ini dilakukan untuk menahan berat badan jangan sampai jatuh menggelinding ke kanan. Ulangi 10 kali dengan arah berlawanan secara bergantian.
Gerakan 3: Penguatan otot pinggang, perut, dan paha
Fungsi: Menguatkan otot pinggang, perut, dan paha yang merupakan bagian dari penjaga keseimbangan.
Cara: Duduk tegak di atas bola. Kedua tangan saling bersentuhan. Angkat salah satu kaki perlahan hingga lurus sejajar paha. Lakukan gerakan dengan kaki yang berbeda. Ulangi 10 kali.
Gerakan 4: Melatih gerak sendi panggul
Fungsi: Menjaga keseimbangan.
Cara: Duduk tegak di atas bola. Kemudian gerakkan bola dengan pantat sedikit ke belakang. Kedua tangan diluruskan ke depan untuk menahan berat badan agar tidak jatuh ke belakang. Kembali lagi ke depan. Ulangi 10 kali.
Gerakan 5: Penguatan otot paha
Fungsi: Stabilisator sendi lutut. Mengurangi kemungkinan jatuh akibat kelemahan otot paha. Mengurangi nyeri otot.
Cara: Berdiri tegap dengan bola di belakang punggung. Turunkan bola dengan menggunakan tubuh bagian belakang. Turunkan hingga posisi kaki menekuk 90 derajat seperti mau duduk. Saat turun tahan 5 detik. Kemudian naik ke posisi semula dan ulangi lagi sebanyak 10 kali.
Gerakan 6: Melatih kelenturan otot punggung
Fungsi: Otot punggung menjadi lentur. Membuat gerak fleksibel, mengurangi risiko jatuh dan mencegah kekakuan pada panggul.
Cara: Duduk tegap di atas bola.
Kemudian gerakkan dan turunkan badan ke salah satu sisi. Posisikan kedua tangan sejajar menyentuh lantai sesuai arah badan. Ulangi dengan arah
bergantian. Masing-masing arah (kanan-kiri) diulangi sampai lima.
Gerakan 7: Melatih kelenturan otot samping
Fungsi: Mencegah kekakuan dan nyeri pada punggung. Menjaga kelenturan otot-otot punggung.
Cara: Berlutut dengan bola di samping badan. Gerakkan badan bersama kedua tangan ke sisi yang terdapat bola. Saat miring ke kanan, tangan yang terdekat dengan bola menyentuh bola. Lakukan dengan arah berbeda. Masing-masing arah lima repetisi.
Gerakan 8: Stretching otot dada
Fungsi: Meningkatkan ekspansi thorax atau dada. Sehingga, pengembangan paru lebih bagus. Masukan oksigen juga lebih banyak.
Cara: Berlutut dengan bola di depan badan. Kemudian dorong bola ke depan dengan kedua tangan. Dorong hingga tulang punggung dan tangan lurus.
Senam Haji
PENDAHULUAN
Ergonomi fisioterapi
Faktor resiko kerja :
1. cedera
2. kuantitas usaha / tenaga yang dibutuhkan
3. postur pekerja
bersambung...buka di arif sugiri we8log
Selasa, 07 September 2010
Daftar Alat Fisioterapi
Daftar Alat Fisioterapi :
- Infra Red Rays (IRR) :
Indikasi : kondisi peradangan setelah subakut (seperti kontusio, muscle strain – sprain, trauma sinovitis), arthritis (seperti RA, OA, myalgia, lumbago, neuralgia, neuritis), gangguan sirkulasi darah (tromboangitis obliterans, tromboplebitis, Raynauld Disease), penyakit kulit (seperti folli kulitis, furuncolosi, wound), serta persiapan massage dan exercise.
Kontraindikasi : daerah dengan insufesiensi pada darah, gangguan sensibilitas pada kulit, adanya kecenderungan terjadinya pendarahan.
Efek Fisiologis : meningkatkan proses metabolisme, vasodilatasi pembuluh darah, pigmentasi, pengaruh saraf sensorik, pengaruh terhadap jaringan otot, destruksi jaringan, menaikkan temperatur tubuh, mengaktifkan kerja kelenjar keringat.
Efek terapeutik : relief of pain, muscle relaksasi, meningkatkan suplai darah, menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme.
- Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) : alat ini menggunakan transmisi listrik dan bermanfaat menurunkan nyeri. Elektroda di letakkan didaerah yang bersangkutan yang mengalami nyeri. Mesin dihidupkan dan arus listrik disalurkan lewat elektroda. Perasaan geli terasa dibawah kulit dan otot. Sinyal ini berfungsi menggangu sinyal nyeri. Sinyal dari tens ini mempengaruhi syaraf-syaraf pada daerah yang diaplikasikan tens dan memutus sinyal nyeri sehingga pasien merasakan nyerinya berkurang
- Ultra Sound (US) : Ultra Sound therapy merupakan teknologi yang menggunakan gelombang suara sehingga menghasilkan energi mekanik. Frekuensi yang sering digunakan Ultra Sound adalah 0,7 MHz – 3 Mhz dengan intensitas kurang lebih 2 W/ cm2.
Efek Ultra Sound antara lain :
Implikasi klinik
· mempercepat penyembuhan luka dengan percepatan fase awal peradangan
· mempercepat penyembuhan luka dengan percepatan fase akhir peradangan
· mempercepat penyusutan luka akibat kurangnya pembentukan scar tissue
· mempercepat penyembuhan luka dengan perbaikan sirkulasi yang memerlukan sintetis colagen
· mempercepat penyembuhan dengan memproduk kolagen yang hilang
· meningkatkan daya lentur jaringan
· mengurangi nyeri
a.Mengurangi nyeri
Pengurangan nyeri dapat terjadi karena perbaikan sirkulasi darah, dimana dalam perbaikan sirkulasi darah perifer sebagai konsekuensi adanya pengaruh panas didalam jaringan. Serta pengurangan derajat keasaman karena stimulasi serabut afferen.
b.Meningkatkan permiabilitas jaringan
Dari efek vibrasi menyebabkan cairan jaringan mampu menembus membran sel sehingga mampu merubah konsentrasi ion dan mempermudah rangsangan sel. Didalam sel kandungan protoplasma meningkat sehingga proses pertukaran cairan secara fisiologis terpacu.
c.Relaksasi otot (meningkatkan ektensibilitas jaringan penyambung)
Diperoleh dari penurunan sensitvitas muscle spindle terhadap stretch reflek oleh pengaruh thermal.
d.Pengaruh mekanik
Gelombang UltraSound Therapy menimbulkan adanya peregangan dan pemampatan dalam jaringan sehingga terjadi variasi tekanan dan timbul pengaruh mekanik. Mampu menyebabkan peningkatan permiabilitas dari jaringan otot dan meningkatkan proses metabolisme.
Indikasi : Kelainan pada jaringan tulang, sendi dan otot, Keadaan post traumatic seperti kontusio, distorsi, luxation, serta fraktur, Keadaan Rheumatoid Arthritis pada stadium tak aktif seperti Arthritis, Bursitis, kapsulitis, tendonitis, Kelainan penyakit pada sirkulasi darah seperti neuopathie phantom pain, HNP, Raynaud’s disease, Buergers disease, suddeck dystrophy, serta odema.
Kontraindikasi : Absolud seperti mata, jantung, uterus pada wnaita hamil, serta testis. Relatif seperti post laminectomy, hilangnya sensibilitas, endhorprothese, tumor, post traumatic, tromboplhebitis dan varises, septis inflammation, serta Diabetes Mellitus.
- Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol secara terus- menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan atau gelombang ultrasonik. Untuk mengurangi sesak pada penderita asma, untuk mengencerkan dahak, bronkospasme berkurang/ menghilang.
- Short Wave Diatermi (SWD) : SWD merupakan arus bolak balik dengan frekuensi tinggi. SWD digunakan sebagai modalitas fisioterapi untuk memperoleh pengaruh panas dalam jaringan lokal, merileksasi otot, mengurangi nyeri dan meningkatkan metabolisme sel-sel. SWD dapat mempercepat proses yang terlibat dalam respon inflamasi dan merangsang penyembuhan jaringan.Panas yang ditimbulkan akan berpengaruh terhadap jaringan ikat terutama otot, tendon, kapsul sendi dan ligamentum yang akan menyebabkan terjadinya penurunan viscositas matrik sehingga elastisitas juga meningkat. Dengan meningkatnya elastisitas otot maka tonus otot menurun melalui normalisasi nosi-sensoris, sehingga akan menurunkan nyeri.
Daftar Kondisi Yang Dapat Ditangani Fisioterapi :
- Stroke
Terapi : IRR + ES + Exercise
- Bell’s Palsy
Terapi : IRR + ES + Massage & Exercise
- Paralysis Otot
Terapi : IRR + ES + Exercise
- Gangguan Tumbuh kembang motorik anak
Terapi : IRR + Exercise
- Cerebral Palsy
Terapi : IRR + Exercise
- Down Syndrome (mengejar keterlambatan motorik)
Terapi : IRR + Exercise
- Gullian Barre Syndrome
Terapi : IRR + ES + Exercise
- Tendinitis, Bursitis, Neuritis
IRR/SWD + TENS/US + Exercise
- Vertigo
IRR + TENS + Exercise
- Migrain
Terapi : IRR + TENS + Exercise
- Ischialgia
Terapi : IRR/SWD + TENS + Exercise
- LBP ( HNP, Subluksasi, Spasme Otot, Dll)
Terapi : IRR/SWD + TENS/US + Exercise
- Nyeri Tengkuk (akibat pengapuran, spasme otot, atau yang lainnya)
Terapi : IRR/SWD + TENS/US + Exercise
- TOCS
Terapi : IRR/SWD + TENS/US + Exercise
- Post Fraktur (bengkak, nyeri dan stiff joint)
Terapi : IRR/SWD + TENS/US + Exercise
- Batuk pilek anak anak (membantu peneluaran sputum dan melonggarkan saluran pernapasan)
Terapi : IRR/Nebulizer + Exercise
- Gangguan pernapasan
Terapi : IRR/SWD + Exercise
- Calcaneus Spur/ Plantar Fascilitis
Terapi : IRR/SWD + US + Exercise
- Osteoarthritis dan reumathoid arthritis
Terapi : IRR/SWD + ES/US + Exercise
- Frozen shoulder
Terapi : IRR/SWD + ES/US + Exercise
- Gangguan Pengembangan Thoraks
Terapi : IRR/SWD + Exercise
- Sprain ankle
Terapi : IRR/SWD+TENS + Exercise
- Cedera Olahraga
Terapi : IRR/SWD + ES/US + Exercise
ron Rp. Gambar Alat :