1. Posisi penderita tidur terlentang dengan
kedua lutut diluruskan.
Mintalah pasien untuk menggerakkan
pergelangan kaki kearah atas sedang kaki
yang satunya ke arah bawah. Gerakan
dipertahankan selama 6
– 8 hitungan
hingga terasa adanya penarikan pd otot-
otot betis kemudian rileks.
2. Posisi sda no. 1
Mintalah pasien menggerakkan sendi
pergelangan kakinya dengan arah gerakan
memutar ke dalam dan kluar. Rangkaian
gerakan dilakukan secra perlahan, dngan
durasi 6
– 8 detik setap satu siklus gerakan
kemudian rileks.
3. Posisi sda no. 1
Mintalah pasien untuk menekuk lututnya
kearaah dada yang kemudian
dipertahankan oleh pasien dgn memegang
lutut selama 6
– 8 hitungan,selanjutnya
lakukan pda kaki yg satunya.
4. Posisi penderita duduk diatas tempat
tidur dengan kedua tungkai lurus,
kemudian mintalah pasien untuk
menyentuh ujung jari kaki dan
pertahankan selama 6
– 8 hitungan.
5. Posisi penderita duduk disamping bed .
Mintalah pasien untuk meluruskan salah
satu sendi lututnya hingga sejajar dgn
paha, kemudian perintahkan untuk
menggerakkan sendi pergelangan kakinya
kearah atas, kebawah, memutar kedalam
dan keluar yang setiap gerakannya
dipertahankan 6
– 8 hitungan kemudian
rileks.lakukan yang sama pd tungkai yg
satunya.
6. Posisi sda no. 5
Mintalah pasien untuk menekuksalah satu
sendi pangkal paha sekitar 120° ,
kemudian perintahkan pasien untuk
menggerakkan sendi pergelangan kaki pd
paha yg ditekuk untuk melakukan gerakan
ke atas, ke bawah serta memutar ke luar
dan ke dalam secara lambat dan
dipertahankan selama 6
– 8 hitungan
kemudian rileks.
7. Posisi pasien berdiri.
Mintalah pasien untuk berposisi seperti
akan melangkah, dgn satu tunngkai
didepan tertekuk sekitar 120°, sedang
tungkai yg dibelakang dlm posisi lurus,
kemudian lakukan gerakan seperti akan
melangkah dimana ujung jari kaki tetap
dilantai, sedangkan telapak kaki dan tumit
terangkat dari lantai. Pertahankan posisi ini
6
– 8 hitungan kemudian rileks. Lakukan
yang sama pada tungkai yang satunya.
8. Posisi sda no. 7
Mintalah pasien untuk merapatkan kedua
kakinya dan tangan memegang ujung meja
atau tempat tidur, kemudian menjinjit
selama 6
– 8 hitungan, selanjutnya dgn kaki
tetap jinjit suruh jongkok dan pertahankan
6
– 8 hit setelah itu mintalah untuk berdiri
kembali dgn posisi tetap dlm keadaan jinjit
dan pertahankan selama 6
– 8 hitungan
kemudian rileks.
9. Posisi berdiri dgn satu kaki diletakkan di
atas bangku yg tingginya 20 cm, sedng
kaki yg satunya tetap dlm keadaan lurus
dibelakang.
Mintalah pasien untuk miring kedepan dgn
tetap mempertahankan agar tungkai yg
dibelakang dlm kedaan lurus, sedang
tungkai yg diletakkan pd bangku makin
ditekuk serta dipertahankan 6
– 8
hitungan. Lakukn sec. Bergantian.
10. Posisi sda no. 7
Mintalah pasien untuk menekuk salah satu
lututnya secara maksimal sehingga betis
dan paha saling bertemu, kemudian
pegang dgn tangan yg sesisi dr kaki
tersebut, selanjutnya tarik kaki tsb.
Kebelkang hingga otot pha bagian depan
terasa tertarik. Pertahankan selama 6
– 8
hitungan. Lakukan pd tungkai yang
satunya.
11. Posisi sda no. 7
Mintalah pasien untuk menunduk kedepan
dengan jari-jari tangan berusaha
menyentuh ujung jari kaki, pertahankan
agar tungkai bawah tetap lurus hingga
terasa adanya penarikan otot-otot bagian
belakang tungkai. Pertahankan gerakan ini
selama 6
– 8 hitungan kemudian rileks.
Senin, 13 Juni 2011
Sabtu, 11 Juni 2011
kalimantan RSUD Ade M Joen Butuh Tambahan 2 Dokter Spesialis Juni, 11 2011
Sumber www.kalimantan-news.com
Sintang-KOTA, (kalimantan-news) -Direktur RSUD Ade M Joen, dr Siddiq Handanu, M.Kes mengungkapkan pihaknya sangat mendesak perlunya dokter spesialis bedah (Anastesi) dan THT untuk melengkapi tenaga spesialis yang sudah ada.
"Yang saat ini ada di tempat kita 8 orang. Artinya kita akan melengkapinya menjadi 10 dokter spesialis," ungkapnya.
Hanya saja, lanjut Handanu keinginan tersebut tampaknya belum dapat terealisasi karena terkendala pada faktor anggaran. Menurutnya untuk pengadaan dokter spesialis tersebut, yang bersangkutan akan diberikan insentif, tunjangan, kemudian fasilitas perumahan serta kendaraan
"Kita ditahun 2011 ini tidak dianggarkan untuk penambahan dokter spesialis. Artinya anggaran saat ini hanya diperuntukan bagi tenaga spesialis yang sudah ada saja, padahal kita sangat membutuhkan 2 spesialis lagi," ungkapnya.
Dengan demikian, pihaknya akan mengusulkan itu pada anggaran perubahan. Sementara itu untuk fasilitas kendaraan, diakui saat ini RSUD kekurangan 2 unit sedangkan untuk fasilitas perumahan masih kekurangan 4 unit.
Sintang-KOTA, (kalimantan-news) -Direktur RSUD Ade M Joen, dr Siddiq Handanu, M.Kes mengungkapkan pihaknya sangat mendesak perlunya dokter spesialis bedah (Anastesi) dan THT untuk melengkapi tenaga spesialis yang sudah ada.
"Yang saat ini ada di tempat kita 8 orang. Artinya kita akan melengkapinya menjadi 10 dokter spesialis," ungkapnya.
Hanya saja, lanjut Handanu keinginan tersebut tampaknya belum dapat terealisasi karena terkendala pada faktor anggaran. Menurutnya untuk pengadaan dokter spesialis tersebut, yang bersangkutan akan diberikan insentif, tunjangan, kemudian fasilitas perumahan serta kendaraan
"Kita ditahun 2011 ini tidak dianggarkan untuk penambahan dokter spesialis. Artinya anggaran saat ini hanya diperuntukan bagi tenaga spesialis yang sudah ada saja, padahal kita sangat membutuhkan 2 spesialis lagi," ungkapnya.
Dengan demikian, pihaknya akan mengusulkan itu pada anggaran perubahan. Sementara itu untuk fasilitas kendaraan, diakui saat ini RSUD kekurangan 2 unit sedangkan untuk fasilitas perumahan masih kekurangan 4 unit.
Pria Pertama yang ''Sembuh'' dari HIV
SEJAK HIV ditemukan 30 tahun silam pada pekan ini, sudah 30juta orang meninggal akibat penyakit ini. Si virus terus menyebar dengan rasio penularan 7.000 orang per hari secara global seperti dilansir PBB.
Tak ada banyak berita bagus jika membicarakan virus mematikan ini. Namun dari sekian banyak berita suram, ada satu yang membuat para ilmuwan tercengah. Cerita yang dijuluki "pasien Berlin" ini begitu mengagumkan dan menarik banyak perhatian di kalangan komunitas pemerhati HIV.
Timothy Ray Brown menderita leukemia dan HIV saat menerima transplantasi sel sumsum tulang belakang di Berlin, Jerman pada 2007. Transplantasi tersebut berasal dari seorang pria yang disebutkan kebal terhadap HIV, menurut para ilmuwan sekitar 1 persen ras Caucasian memiliki kekebalan tersebut. Menurut keterangan yang ada sifat tersebut kemungkinan diturunkan dari nenek moyang yang kebal terhadap penyakit berabad-abad silam.
Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar mengejutkan para ilmuwan yang melakukan monitoring mendetail terhadap Brown: HIV dalam tubuhnya lenyap entah kemana.
"Tubuhnya tak mereplika virus dan ia tak mengkonsumsi obat apapun. Kemungkinan ia sekarang tak ada masalah dengan HIV," terang dokter Gero Huetter pada wartawan Senin (6/6) kemarin.
Brown sekarang tinggal di Bay Area dan menderita efek gangguan syaraf ringan pascaoperasi. "Hal ini membuat saya sangat bahagia," tutur Brown menilik penyembuhan yang mengagumkan tersebut.
Pengembangan obat-obatan anti-retroviral pada 1990an adalah harapan pertama terhadap epidemi, mengubah penyakit pembunuh instan menjadi penyakit yang bisa diatasi sehingga penderitanya bisa hidup selama puluhan tahun.
Namun tetap saja, campuran obat-obatan ajaib tersebut sangat mahal, menelan biaya 13miliar per tahun dalam pengembangan di satu negara saja. Jumlah tersebut diperkirakan naik tiga kali lipat dalam 20 tahun ke depan, sehingga meningkatkan kekhawatiran orang-orang yang terjangkit tak bisa lagi menutupi biaya perawatan.
Meski kisah Brown luar biasa, ilmuwan dengan cepat mengingatkan jika transplantasi sumsum tulang belakang bisa berakibat fatal. Tak mungkin jika perawatan Brown bisa diberikan kepada 33,3 juta orang seluruh dunia yang hidup dengan HIV.
Penemuan ini menimbulkan semangat "penelitian untuk penyembuhan" papar Dr. Jay Levy yang turut serta sebagai penemu awal HIV tiga puluh tahun silam. Cara ini sebelumnya tak terpikirkan oleh para ilmuwan semenjak bertahun-tahun sebelumnya. Sumber balipost.com
Tak ada banyak berita bagus jika membicarakan virus mematikan ini. Namun dari sekian banyak berita suram, ada satu yang membuat para ilmuwan tercengah. Cerita yang dijuluki "pasien Berlin" ini begitu mengagumkan dan menarik banyak perhatian di kalangan komunitas pemerhati HIV.
Timothy Ray Brown menderita leukemia dan HIV saat menerima transplantasi sel sumsum tulang belakang di Berlin, Jerman pada 2007. Transplantasi tersebut berasal dari seorang pria yang disebutkan kebal terhadap HIV, menurut para ilmuwan sekitar 1 persen ras Caucasian memiliki kekebalan tersebut. Menurut keterangan yang ada sifat tersebut kemungkinan diturunkan dari nenek moyang yang kebal terhadap penyakit berabad-abad silam.
Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar mengejutkan para ilmuwan yang melakukan monitoring mendetail terhadap Brown: HIV dalam tubuhnya lenyap entah kemana.
"Tubuhnya tak mereplika virus dan ia tak mengkonsumsi obat apapun. Kemungkinan ia sekarang tak ada masalah dengan HIV," terang dokter Gero Huetter pada wartawan Senin (6/6) kemarin.
Brown sekarang tinggal di Bay Area dan menderita efek gangguan syaraf ringan pascaoperasi. "Hal ini membuat saya sangat bahagia," tutur Brown menilik penyembuhan yang mengagumkan tersebut.
Pengembangan obat-obatan anti-retroviral pada 1990an adalah harapan pertama terhadap epidemi, mengubah penyakit pembunuh instan menjadi penyakit yang bisa diatasi sehingga penderitanya bisa hidup selama puluhan tahun.
Namun tetap saja, campuran obat-obatan ajaib tersebut sangat mahal, menelan biaya 13miliar per tahun dalam pengembangan di satu negara saja. Jumlah tersebut diperkirakan naik tiga kali lipat dalam 20 tahun ke depan, sehingga meningkatkan kekhawatiran orang-orang yang terjangkit tak bisa lagi menutupi biaya perawatan.
Meski kisah Brown luar biasa, ilmuwan dengan cepat mengingatkan jika transplantasi sumsum tulang belakang bisa berakibat fatal. Tak mungkin jika perawatan Brown bisa diberikan kepada 33,3 juta orang seluruh dunia yang hidup dengan HIV.
Penemuan ini menimbulkan semangat "penelitian untuk penyembuhan" papar Dr. Jay Levy yang turut serta sebagai penemu awal HIV tiga puluh tahun silam. Cara ini sebelumnya tak terpikirkan oleh para ilmuwan semenjak bertahun-tahun sebelumnya. Sumber balipost.com
383 Koperasi di Bali Bangkrut Semarapura (sumber www.balipost.com)
Koperasi sebagai soko guru ekonomi kerakyatan tidak dapat menjalankan fungsinya sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945. Data per Desember 2010, menunjukkan di Bali terdapat 383 koperasi yang tidak aktif alias bangkrut yang disebabkan berbagai faktor. Dominan faktor internal koperasi itu sendiri.
Demikian disampaikan Kabid Bina Lembaga Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Gede Indra saat mendampingi kunjungan Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kementerian Koperasi, Untung Tri Basuki ke Kabupaten Klungkung, Jumat (10/6) kemarin.
Menurut Indra, di Bali saat ini terdapat 4.149 koperasi. Dari jumlah itu 9,23 persen atau 383tidak aktif. ''Yang aktif 90,77 persen,'' katanya.
''Dari jumlah yang mati suri itu, beberapa di antaranya masuk dalam daftar koperasi skala besar nasional. Persentase yang dianggap sangat layak dijadikan indikator menetapkan Bali sebagai provinsi koperasi,'' jelasnya. Dari jumlah koperasi tersebut, asetnya mencapai Rp 3,7 triliun dengan volume usaha Rp 6,7 triliun.
Keberadaan koperasi, kata dia, juga mampu mengurangi angka pengangguran di Bali karena koperasi berhasil menyerap tenaga kerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap koperasi di Bali 17.635 orang atau mengalami kenaikan sebesar 24,58 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, Tri Basuki menyebutkan, secara nasional jumlah koperasi saat ini mencapai 177.428 koperasi dengan mengikutsertakan 31 juta warga masyarakat sebagai anggotanya. Koperasi ini, kata dia, tidak sebatas berkecimpung dalam skala ekonomi, tetapi menjadi media yang efektif untuk menggerakkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat sekaligus pemerataan hasil-hasil pembangunan. ''Melihat perkembangan koperasi seperti itu, sudah seharusnya kebijakan-kebijakan pemerintah lebih memihak kepada koperasi,'' kata Tri Basuki seraya menyebutkan, kebijakan itu di antaranya kesempatan berusaha yang lebih besar seperti pertambangan rakyat, pertanian, peternakan, pariwisata rakyat dan lainnya. ''Sehingga segala bidang bisa dimiliki masyarakat. Misalnya di Bali, melalui koperasi harus bisa membuat orang Bali menjadi tuan rumah di Bali,'' tambahnya.
Benahi Koperasi
Ke depan, menurut Tri Basuki, pemerintah berkewajiban ikut andil membenahi koperasi yang tak aktif dan mengajak sebanyak mungkin masyarakat untuk berkoperasi. Tetapi, internal koperasi juga wajib memperbaiki manajerial/internal koperasi untuk lebih berkualitas. ''Karena sebagian besar koperasi yang bermasalah, penyebabnya dominan karena manajemen kurang bagus,'' katanya.
Apalagi, soal kebijakan hukum, pemerintah sudah membuka peluang selebar-lebarnya kepada koperasi untuk mengelola usaha di bidang apa pun sebagaimana Perpres 77/2007 yang telah diperbaharui tahun 2010 termasuk UU 25/92tentang perlindungan kegiatan usaha koperasi.
Demikian disampaikan Kabid Bina Lembaga Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Gede Indra saat mendampingi kunjungan Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kementerian Koperasi, Untung Tri Basuki ke Kabupaten Klungkung, Jumat (10/6) kemarin.
Menurut Indra, di Bali saat ini terdapat 4.149 koperasi. Dari jumlah itu 9,23 persen atau 383tidak aktif. ''Yang aktif 90,77 persen,'' katanya.
''Dari jumlah yang mati suri itu, beberapa di antaranya masuk dalam daftar koperasi skala besar nasional. Persentase yang dianggap sangat layak dijadikan indikator menetapkan Bali sebagai provinsi koperasi,'' jelasnya. Dari jumlah koperasi tersebut, asetnya mencapai Rp 3,7 triliun dengan volume usaha Rp 6,7 triliun.
Keberadaan koperasi, kata dia, juga mampu mengurangi angka pengangguran di Bali karena koperasi berhasil menyerap tenaga kerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap koperasi di Bali 17.635 orang atau mengalami kenaikan sebesar 24,58 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, Tri Basuki menyebutkan, secara nasional jumlah koperasi saat ini mencapai 177.428 koperasi dengan mengikutsertakan 31 juta warga masyarakat sebagai anggotanya. Koperasi ini, kata dia, tidak sebatas berkecimpung dalam skala ekonomi, tetapi menjadi media yang efektif untuk menggerakkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat sekaligus pemerataan hasil-hasil pembangunan. ''Melihat perkembangan koperasi seperti itu, sudah seharusnya kebijakan-kebijakan pemerintah lebih memihak kepada koperasi,'' kata Tri Basuki seraya menyebutkan, kebijakan itu di antaranya kesempatan berusaha yang lebih besar seperti pertambangan rakyat, pertanian, peternakan, pariwisata rakyat dan lainnya. ''Sehingga segala bidang bisa dimiliki masyarakat. Misalnya di Bali, melalui koperasi harus bisa membuat orang Bali menjadi tuan rumah di Bali,'' tambahnya.
Benahi Koperasi
Ke depan, menurut Tri Basuki, pemerintah berkewajiban ikut andil membenahi koperasi yang tak aktif dan mengajak sebanyak mungkin masyarakat untuk berkoperasi. Tetapi, internal koperasi juga wajib memperbaiki manajerial/internal koperasi untuk lebih berkualitas. ''Karena sebagian besar koperasi yang bermasalah, penyebabnya dominan karena manajemen kurang bagus,'' katanya.
Apalagi, soal kebijakan hukum, pemerintah sudah membuka peluang selebar-lebarnya kepada koperasi untuk mengelola usaha di bidang apa pun sebagaimana Perpres 77/2007 yang telah diperbaharui tahun 2010 termasuk UU 25/92tentang perlindungan kegiatan usaha koperasi.
Rambut Rontok? Konsumsilah Buah Kaya Vitamin C
RAMBUT sehat dan lebat selalu menjadi idaman kita semua. Tetapi, banyak di antara kita harus mengalami kerontokan rambut. Terlebih, seiring dengan bertambahnya usia. Selain mulai memutih, rambut terkadang menipis karena banyak yang rontok. Memang, rambut rontok merupakan masalah umum yang dialami setiap orang. Jika itu terjadi, apa yang mesti dilakukan? Berikut, cara yang tepat untuk mengatasi agar kerontokan rambut bisa diminimalisir.
Kerontokan rambut bisa diatasi dengan berbagai cara, tergantung penyebabnya. Kerontokan rambut bisa terjadi karena kebiasaan yang salah, perawatan rambut yang salah, atau pola makan yang salah.
Kebiasaan dan perawatan yang menyebabkan kerontokan rambut di antaranya, tidur dalam keadaan rambut terikat, sehingga membuatnya kusut dan mudah rontok, menyisir (secara kasar) rambut dalam keadaan basah. Sebab, rambut yang basah menjadi lebih rapuh dan mudah rontok saat disisir. Kebiasaan lainnya yang dapat menyebabkan kerontokan yaitu menata rambut dengan pengering bersuhu terlalu panas, sehingga membuat lapisan terluar rambut rusak, mudah patah juga rontok.
Terlalu sering menggunakan obat kimia juga berdampak buruk terhadap rambut, seperti obat pelurus rambut, pengeriting dan sebagainya. Dengan demikian rambut semakin rapuh. Kebiasaan lainnya yakni memilih shampo yang tidak sesuai dengan jenis rambut dan keramas dengan air terlalu panas sehingga merusak lapisan rambut dan membuatnya rapuh.
Guna mengatasi kerontokan, Anda harus menghentikan kebiasaan di atas. Sisirlah rambut Anda sebelum pergi tidur untuk mengurangi kekusutannya di pagi hari. Memilih shampo bayi juga bisa jadi pilihan, karena kandungannya lebih lembut dan ringan, sehingga cocok bagi mereka yang memiliki rambut dan kulit kepala sensitif.
Alas bantal ternyata juga bisa membuat rambut rontok. Alas bantal yang terbuat dari bahan katun biasanya punya serat kain lebih longgar dan memungkinkan rambut tersangkut di dalamnya, sehingga patah saat kita mengangkat kepala. Menurut para ahli, alas bantal dari bahan satin terbukti lebih aman bagi rambut.
Kerontokan rambut juga bisa diakibatkan karena rambut terlalu panjang dan berat, sehingga kulit kepala tak kuat menahannya.
Pola Makan
Kerontokan rambut juga bisa terjadi karena gizi yang tidak seimbang dalam tubuh. Sebab kerontokan yang paling umum adalah anemia atau kekurangan sel darah merah dalam tubuh. Untuk mengatasinya, Anda perlu menyantap makanan yang mengandung zat besi untuk menyeimbangkan kadar sel darah merah. Ikan dan sayuran hijau bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain itu vitamin C juga berfungsi mengasimilasi zat besi dalam tubuh. Anda disarankan menyantap aneka buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi dan sebagainya. Sumber balipost.com
Kerontokan rambut bisa diatasi dengan berbagai cara, tergantung penyebabnya. Kerontokan rambut bisa terjadi karena kebiasaan yang salah, perawatan rambut yang salah, atau pola makan yang salah.
Kebiasaan dan perawatan yang menyebabkan kerontokan rambut di antaranya, tidur dalam keadaan rambut terikat, sehingga membuatnya kusut dan mudah rontok, menyisir (secara kasar) rambut dalam keadaan basah. Sebab, rambut yang basah menjadi lebih rapuh dan mudah rontok saat disisir. Kebiasaan lainnya yang dapat menyebabkan kerontokan yaitu menata rambut dengan pengering bersuhu terlalu panas, sehingga membuat lapisan terluar rambut rusak, mudah patah juga rontok.
Terlalu sering menggunakan obat kimia juga berdampak buruk terhadap rambut, seperti obat pelurus rambut, pengeriting dan sebagainya. Dengan demikian rambut semakin rapuh. Kebiasaan lainnya yakni memilih shampo yang tidak sesuai dengan jenis rambut dan keramas dengan air terlalu panas sehingga merusak lapisan rambut dan membuatnya rapuh.
Guna mengatasi kerontokan, Anda harus menghentikan kebiasaan di atas. Sisirlah rambut Anda sebelum pergi tidur untuk mengurangi kekusutannya di pagi hari. Memilih shampo bayi juga bisa jadi pilihan, karena kandungannya lebih lembut dan ringan, sehingga cocok bagi mereka yang memiliki rambut dan kulit kepala sensitif.
Alas bantal ternyata juga bisa membuat rambut rontok. Alas bantal yang terbuat dari bahan katun biasanya punya serat kain lebih longgar dan memungkinkan rambut tersangkut di dalamnya, sehingga patah saat kita mengangkat kepala. Menurut para ahli, alas bantal dari bahan satin terbukti lebih aman bagi rambut.
Kerontokan rambut juga bisa diakibatkan karena rambut terlalu panjang dan berat, sehingga kulit kepala tak kuat menahannya.
Pola Makan
Kerontokan rambut juga bisa terjadi karena gizi yang tidak seimbang dalam tubuh. Sebab kerontokan yang paling umum adalah anemia atau kekurangan sel darah merah dalam tubuh. Untuk mengatasinya, Anda perlu menyantap makanan yang mengandung zat besi untuk menyeimbangkan kadar sel darah merah. Ikan dan sayuran hijau bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain itu vitamin C juga berfungsi mengasimilasi zat besi dalam tubuh. Anda disarankan menyantap aneka buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi dan sebagainya. Sumber balipost.com
Senin, 06 Juni 2011
SHORT WAVE DIATHERMY
1. Pengertian Dan Fungsi Short Wave Diathermy
Short wave diathermy adalah alat yang berfungsi untuk memanaskan jaringan dan pembuluh darah dengan gelombang pendek, sehingga peredaran darah menjadi lancer.
Nama lain short wave diathermy, adalah:
Diathermy geloombang pendek
Diethermi.
2. Komponen alat:
- Power supply
- Pembangkit frekuensi tinggi (oscillator)
- Rangkaian out put
- Electrode
- Timer
- Safety switch.
Blok Diagram Short Wave Diathermy
3. Prinsip Kerja Short Wave Diathermy
Power supply adalah pemabangkit arus searah, dimana arus bolak balik (AC) diubah menjadi arus searah (DC), dan didistribbusikan kebagian alat.
Rangkaian oskilator membangkitkan frekuensi tinggi. Oleh oscillator, frekuensi 50 MHz diubah menjadi 13,5 MHz. rangkaian ampfliter, menaikkan frekuensi dari 13,5 MHz menjadi 27 MHz.
Rangkaian otot out put, untuk pemeliharaan:
Mode (bentuk pulsa)
Intensitas energi
Timer
Savety switch, berfungsi untuk menghentikan operasional alat, bila pasien merasa terlalu panas.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Electrode
- Energi
- Safety switch
- Timer
- Alarm
- Pembumian
- Lakukan pemaliharaan sesuai jadwal
- Lakukan pengujian dan kalibrasi 1 tshun sekali dan kalibrasi 1 tahun sekali.
Diposkan oleh ANUGERAH MEDICAL SERVICE
Short wave diathermy adalah alat yang berfungsi untuk memanaskan jaringan dan pembuluh darah dengan gelombang pendek, sehingga peredaran darah menjadi lancer.
Nama lain short wave diathermy, adalah:
Diathermy geloombang pendek
Diethermi.
2. Komponen alat:
- Power supply
- Pembangkit frekuensi tinggi (oscillator)
- Rangkaian out put
- Electrode
- Timer
- Safety switch.
Blok Diagram Short Wave Diathermy
3. Prinsip Kerja Short Wave Diathermy
Power supply adalah pemabangkit arus searah, dimana arus bolak balik (AC) diubah menjadi arus searah (DC), dan didistribbusikan kebagian alat.
Rangkaian oskilator membangkitkan frekuensi tinggi. Oleh oscillator, frekuensi 50 MHz diubah menjadi 13,5 MHz. rangkaian ampfliter, menaikkan frekuensi dari 13,5 MHz menjadi 27 MHz.
Rangkaian otot out put, untuk pemeliharaan:
Mode (bentuk pulsa)
Intensitas energi
Timer
Savety switch, berfungsi untuk menghentikan operasional alat, bila pasien merasa terlalu panas.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Electrode
- Energi
- Safety switch
- Timer
- Alarm
- Pembumian
- Lakukan pemaliharaan sesuai jadwal
- Lakukan pengujian dan kalibrasi 1 tshun sekali dan kalibrasi 1 tahun sekali.
Diposkan oleh ANUGERAH MEDICAL SERVICE
Apa itu TENS
TENS merupakan salah satu dari sekian banyak modalitas yang digunakan oleh profesi Fisioterapi di Indonesia. Fisioterapi adalah salah satu dari tenaga medis yang bergerak dalam hal mempebaiki gerak dan fungsi. TENS merupakan suatu cara penggunaan energi listrik yang berguna untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan terbukti efektif untuk mengurangi berbagai tipe nyeri (Meryl Roth, 1992).
TENS mampu mengaktivasi baik serabut saraf berdiameter besar maupun berdiameter kecil yang akan menyampaikan berbagai informasi sensoris ke sistem saraf pusat. Efektivitas TENS dapat diterangkan lewat teori kontrol gerbang (gate control )nya Melzack dan Wall yang diaplikasikan dengan intensitas comfortable. Lewat stimulasi antidromik TENS dapat memblokir hantaran rangsang dari nociceptor ke medulla spinalis. Stimulasi antidromik dapat mengakibatkan terlepasnya materi P dari neuron sensoris yang akan berakibat terjadinya vasodilatasi arteriole yang merupakan dasar bagi terjadinya triple responses. (Slamet Parjoto, 2001)
Mekanisme lain yang dapat dicapai oleh TENS ialah mengaktivasi system saraf otonom yang akan menimbulkan tanggap rangsang vasomotor yang dapat mengubah kimiawi jaringan. Postulat lain menyatakan bahwa TENS dapat mengurangi nyeri melalui pelepasan opioid endogen di SSP. TENS dapat juga menimbulkan efek analgetik lewat sistem inhibisi opioid endogen dengan cara mengaktivasi batang otak. Stimulasi listrik yang diberikan cukup jauh dari jaringan yang cidera /rusak, sehingga jaringan yang menimbulkan nyeri tetap efektif untuk memodulasi nyeri. (Slamet Parjoto, 2001)
Pada penggunaan TENS perlu diperhatikan beberapa hal yaitu tentang indikasi dan kontra indikasi pada penggunaan TENS. Indikasinya dibagi menjadi 2yaitu nyeri akut dan nyeri kronis, indikasinya meliputi : Nyeri akibat trauma, musculoskeletal, sindroma kompresi neurovaskuler, neuralgia, causalgia. Sedangkan kontra indikasi dari TENS yaitu pada penderita dengan alat pacu jantung, alat-alat listrik yang ditemukan pada tubuh pasien. (Taswin-Yacob, MN Jenie, 1991)
Efek samping dari TENS yang sering timbul adalah alergi pada kulit dimana elektroda ditempelkan. Reaksi tersebut biasanya disebabkan oleh gel pada waktu menempelkan elektroda. (Taswin-Yacob, MN Jenie, 1991)
Diterbitkan di: 14
TENS mampu mengaktivasi baik serabut saraf berdiameter besar maupun berdiameter kecil yang akan menyampaikan berbagai informasi sensoris ke sistem saraf pusat. Efektivitas TENS dapat diterangkan lewat teori kontrol gerbang (gate control )nya Melzack dan Wall yang diaplikasikan dengan intensitas comfortable. Lewat stimulasi antidromik TENS dapat memblokir hantaran rangsang dari nociceptor ke medulla spinalis. Stimulasi antidromik dapat mengakibatkan terlepasnya materi P dari neuron sensoris yang akan berakibat terjadinya vasodilatasi arteriole yang merupakan dasar bagi terjadinya triple responses. (Slamet Parjoto, 2001)
Mekanisme lain yang dapat dicapai oleh TENS ialah mengaktivasi system saraf otonom yang akan menimbulkan tanggap rangsang vasomotor yang dapat mengubah kimiawi jaringan. Postulat lain menyatakan bahwa TENS dapat mengurangi nyeri melalui pelepasan opioid endogen di SSP. TENS dapat juga menimbulkan efek analgetik lewat sistem inhibisi opioid endogen dengan cara mengaktivasi batang otak. Stimulasi listrik yang diberikan cukup jauh dari jaringan yang cidera /rusak, sehingga jaringan yang menimbulkan nyeri tetap efektif untuk memodulasi nyeri. (Slamet Parjoto, 2001)
Pada penggunaan TENS perlu diperhatikan beberapa hal yaitu tentang indikasi dan kontra indikasi pada penggunaan TENS. Indikasinya dibagi menjadi 2yaitu nyeri akut dan nyeri kronis, indikasinya meliputi : Nyeri akibat trauma, musculoskeletal, sindroma kompresi neurovaskuler, neuralgia, causalgia. Sedangkan kontra indikasi dari TENS yaitu pada penderita dengan alat pacu jantung, alat-alat listrik yang ditemukan pada tubuh pasien. (Taswin-Yacob, MN Jenie, 1991)
Efek samping dari TENS yang sering timbul adalah alergi pada kulit dimana elektroda ditempelkan. Reaksi tersebut biasanya disebabkan oleh gel pada waktu menempelkan elektroda. (Taswin-Yacob, MN Jenie, 1991)
Diterbitkan di: 14
Langganan:
Postingan (Atom)