Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang Anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2011

Stimulasi Motorik Halus Bayi



Bayi 1 bulan.
Fakta: Refleks genggam masih nampak tetapi, menjelang akhir
bulan, refleks ini berkurang dan melemah.
Stimulasi:
Baringkan bayi dalam keadaan tengkurap atau terlentang. Beri
rangsang pada telapak tangannya dengan menyentuhkan kedua
telunjuk Anda. Biarkan ia menggenggam dan lalu tarik kedua
tangannya. Rangsang ini menguatkan jari-jemarinya.
Bayi 1 – 3 Bulan.
Fakta: Memasuki bulan kedua tangan masih sering mengepal,
tetapi sudah lebih lentur. Di bulan ketiga jemari lebih banyak
berada dalam keadaan terbuka.
Stimulasi:
Saat sedang menyusui atau dalam keadaan inaktif (tidak sedang
melakukan sesuatu) Anda bisa memberi latihan dengan membuka
kepalan tangannya melalui sentuhan lembut. Sambil menyanyi
tentang jari, Anda bisa menyentuh jemari satu persatu lalu buka
atau luruskan. Pijatan lembut pada jemari akan sangat menolong.
Anda juga bisa memanfaatkan mainan lembut untuk menarik
perhatiannya dan “memancingnya” bereaksi. Pilih mainan yang
memiliki beragam tekstur dan mengeluarkan bunyi menarik.
Bayi 3 – 6 Bulan.
Fakta: Bayi mulai menggunakan jemari untuk bereksplorasi, salah
satunya dengan mengamati sekeliling dan dirinya sendiri.
Stimulasi:
- Untuk melatih jemarinya agar lebih terampil memegang,
sediakan mainan yang mudah digenggam, seperti mainan gigit
(biting ring) atau mainan bergemerincing (rattle) dalam berbagai
bentuk menarik serta ukuran sesuai genggamannya.
- Baringkan bayi dalam posisi terlentang lalu bermainlah dengan
jemarinya. Biarkan ia mempelajari, apa yang bisa dilakukan
dengan jari-jemarinya.
- Sediakan mainan gantung pada boks tidur, carseat, bouncing
chair atau stroller. Latihlah ia meraih dan memegang beragam
tekstur bahan. Kini tersedia mainan gantung atau buku bayi yang
membantu Anda melatih
Bayi 6 – 9 Bulan.
Fakta: Bayi sudah bisa memegang benda, dan
mulai memindahkan benda-benda.
Stimulasi:
- Dukunglah perkembangan barunya dengan memberi
kesempatan si kecil makan sendiri. Sediakan finger food seukuran
genggaman anak, misalnya wortel rebus atau biskuit bayi khusus
masa tumbuh gigi (teething).
- Berikan mainan yang mendukung bayi “latihan” memukul atau
membanting. Misalnya, drum bayi yang biasanya mengeluarkan
musik dan aneka suara.
- Beri anak latihan dengan beragam buku bayi menarik, terutama
yang merangsang jemarinya untuk mulai menjepit benda tipis.
- Apabila bayi Anda nampak masih kurang aktif menggunakan
jemarinya, bersabarlah. Anak tertentu berkembang lebih dulu
motorik kasarnya, dibandingkan motorik halus. Beri pijatan lembut
dan perbanyak benda yang aman untuk diraih dan dipegangnya.
Bayi 9 – 12 Bulan.
Fakta: Gerakan jemari bayi kini lebih halus. Bayi usia 9 - 12
bulan, gemar menumpuk-numpuk benda, seperti bantal, balok
dan lainnya. Di sekitar usia 10 bulan, sebagian besar bayi masuk ke
sebuah fase baru perkembangan motorik halus. Ia sudah bisa
menjepit dengan jemari, benda yang kecil dan tipis. Demikian pula
menekan-nekan tombol pada telepon mainan. Kekuatan jemarinya
pun semakin berkembang.
Stimulasi:
- Dukunglah perkembangan dengan kesempatan yang lebih luas
saat makan. Apabila sebelumnya ia hanya mampu
menggenggam biskuit dengan seluruh jarinya, ajaklah bayi
makan biskuit tipis, roti atau kismis sendiri. Biarkan ia melatih
gerakan koordinasi jemari dengan tangannya.
- Perlihatkan cara mengambil mainan dari dalam toples atau boks
mainan. Lalu beri ia kesempatan mengulang-ulang kegiatan ini
sendiri sampai ia mahir.
- Latihan mengambil dan menyusun balok juga membantu bayi
mengembangkan keterampilan motorik halus.
- Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan latihan jemari bayi,
cermati keamanan mainan dan makanan. Jauhkan bayi dari benda
yang terlalu kecil tanpa pengawasan. Senantiasa berikan makanan
dan mainan yang memang diperuntukkan sesuai usia anak.

Minggu, 13 Maret 2011

Pengertian Tumbuh Kembang Anak


Anak memiliki suatu ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak saat konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal inilah yang membedakan anak dari orang dewasa. Jadi anak tidak bisa diidentikkan dengan dewasa dalam bentuk kecil.

Pertumbuhan ialah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang satuan berat.

Perkembangan ialah bertambahnya kemampuan stuktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, jadi bersifat kualitatif yang pengukurannya jauh lebih sulit daripada pengukuran pertumbuhan.

Perkembangan fisik yaitu kemampuan seorang anak melakukan kegiatan fisik seperti mengontrol kepala dan badan, membalikkan badan, duduk, merangkak dan berjalan, mengontrol gerakan jari-jari tangan, melihat dan mendengar.

Prinsip-prinsip tumbuh kembang anak

  1. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinyu
  2. Tumbuh kembang tergantung maturasi dan myelinisasi susunan saraf
  3. Pola perkembangan selalu sama, tetapi kecepatannya berbeda
  4. Refleks primitif akan hilang digantikan dengan gerak volunter
  5. Arah perkembangan chepalo caudal, proksimodistal
  6. Diawali dengan gerak motorik kasar baru diikuti dengan gerakan motorik halus
  7. Aktifitas general diganti dengan respon individu yang khas.

Kebutuhan dasar tumbuh kembang anak

Kategori Artikel : Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak


Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hasil interaksi anatara factor genetic- herediter-konstitusi dengan factor lingkungan, baik lingkungan prenatal maupun lingkungan postnatal. Factor lingkungan ini yang akan memberikan segala macam kebutuhan yang merupakan kebutuhan dasar yang yang diperlukan oleh anak untuk tumbuh kembangnya.

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang secara garis besar dikelompokkan ke dalam 3 kelompok, yaitu :
a. Kebutuhan fisis-biomedis (asuh)
Nutrisi, perawatan kesehatan dasar (imunisasi), pakaian, perumahan dan kesegaran jasmani
b. Kebutuhan akan kasih saying/emosi (asih)
Kasih sayang orang tua, rasa aman, harga diri, kebutuhan akan sukses, mandiri, dorongan, kesempatan dan rasa memiliki.
c. Kebutuhan stimulasi (asah)
Stimulasi dini, yaitu perangsangan yang datang dari lingkungan luar anak antara lain berupa latihan atau bermain

Sumber : Buku Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak
Oleh : Suharto,S.Pd, M.Kes, RPT

Gangguan Tumbuh Kembang Anak


Gangguan atau kelainan tumbuh kembang anak meliputi gangguan tumbuh dan kembang maupun keduanya. Setiap penyimpangan atau hambatan terhadap proses pertumbuhandan perkmbangan dapat berakibat gangguan tumbuh kembang dan cacat.

Beberapa factor resiko dan penyebab gangguan/kelainan tumbuh kembang anak, sbb :
1. Usia ibu terlalu muda (<18>35 tahun) : retardasi mental, mongolism, Klenefelters, Kelainan SP Celah bibir dan langit-langit.
3. Umur ayah terlalu tua : Akhondroplasia, tuli, kelainan SSP.
4. Genetic : Berbagai penyakit herediter, Retardasi mental, Kecenderungan premature/postmatur.
5. Faktor Sosial (kemiskinan) : BBLR, Kelainan bawaan
6. Gizi kurang : BBLR, Retardasi mental, Kerusakan Otak janin
7. Anak Pertama : Gangguan sikap dan perilaku, Berbagai kelainan bawaan, Disfungsi minimal otak.
8. Jarak anak terlalu dekat : Prematuritas, Gangguan psikomotor
9. Ibu perokok : BBLR/janin tumbuh lambat
10. Factor musim dan ras : Spina bifida, polidaktili
11. Infeksi TORCH : Berbagai kelainan bawaan
12. Endokrin/hormone : Hipoglikemia, gigantism, Hipotiroidism
13. Trauma lahir : CP, Retardasi mental
14. Trauma sesudah lahir : CP, Cacat tubuh
15. Infeksi Susunan saraf : Kelumpuhan, retardasu mental, bisu, tuli, buta, dsb.

Tumbuh Kembang Embrional

Kategori Artikel : Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak

Tumbuh kembang embrional dimulai dari konsepsi (minggu I) sampai lahir. Berikut ini dapat dilihat perkembangannya:

1. Minggu I
Dalam 1 siklus mens, ovum unfertilized dilepas dari salah satu ovarium. Fertilisasi harus sudah berlangsung antara 12-24 jam atau dibuang ikut mens berikutnya. Dalam tempo 3o jam telur fertilisasi membagi menjadi 2 sel kemudian terus tumbuh kembang menjadi sel bola. Sel dibagi dalam disebut embrio, bagian luar disebut plasenta.

2. Minggu II – III
Plasenta tumbuh cepat ke sekeliling uteri, lapisan luar kontak dengan darah ibu. Embrio konsisten tumbuh kembang sebagai flat disc dengan 2 sel tebal bagian luar disebut ectoderm, bagian dalam disebut endoderm dan diantaranya adalah mesoderm. Endoderm : kulit dan system saraf. Mesoderm: otot, tulang, jaringan connective dan darah. Endoderm : tractus digestivus dan organ dalam.

3. Minggu IV – VIII

Terbentuk Blue prit system organ ? masa kritis embrio. Embrio tumbuh kembang dari 5mm menjadi 30 mm kemudian ujungnya menjadi embrional. Jaringan saraf: Otak dan medulla spinalis dibentuk dari satu strip ectoderm sepanjang embrio. Ujung strip ectoderm melipat menjadi cekungan dan menutup menjadi tabung (neural tube) kompli pada usia 27 hari. Neural tube bagian kepala tumbuh kembang menjadi otak, bagian bawah menjadi medulla spinalis. Tumbuh kembang system saraf terus berlanjut hingga 1 tahun setelah lahir. Tumbuh kembang jantung, berawal dari tabung tunggal. Pada usia embrio 27 – 45 hari terbentuklah sekat-sekat jantung. Tumbuh kembang extremitas, usia embrio 5 minggu ekstremitas tumbuh kembang seperti dayung yang menjorok keluar dari batang embrio. Pada usia 6 minggu tangan sudah tampak sebagai lembaran jaringan, juga dijumpai adanya sel kartilago sebagai calon tulang ekstremitas. Blue print jari-jari terbentuk lengkap pada usia 8 minggu. System respirator, esophagus mulai terbentuk pada usia 4 minggu dari sisi anterior embrio ? respiratory diverticulum terus tubuh didada ujungnya membelah 2 jadi paru kanan dan kiri, usia 7 bulan sudah lengkap. Setelah 7 bulan bagian dalam paru-alveoli dilapisi phospolipid. Sebelum lahir paru terisi oleh cairan amniotic yang akan diserap darah secara cepat saat janin dilahirkan.

4. Minggu IX – bulan IX
Semua system organ terus tumbuh kembang hingga mature. Berat janin bertambah 50% dari berat saat dilahirkan. Bentuk mengarah lebih manusiawi. Reflex sucking ada mulai usia 5 bulan. Gerak buka mata usia 7 bulan.
5. Natal, bayi full – term lahir setelah 266 hari dari kosepsi (280 hari dari mens terakhir) dengan berat 3 kg – 3,5 kg panjang sekitar 50 cm. Bayi full – term lahir belum cukup umur ? small for date. Bayi belum full term lahir belum cukup umur ?prematur.

Sumber : Buku Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak
Oleh : Suharto,S.Pd, M.Kes, RPT

Perkembangan Otak dan Susunan Saraf Pusat

Perkembangan otak manusia yang sangat peka terjadi pada masa prenatal dan beberapa bulan setelah kelahiran. Pada masa sebelum kelahiran 250 ribu sel-sel otak terbentuk setiap menit melalui proses pembelahan sel yang disebut mitosis. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi otak. Periode yang terpenting pada pertumbuhan otak anak adalah pada trimester pertama kehamilan, dimana pada saat itu masih banyak ibu yang masih belum menyadari kehamilannya. Pada periode tersebut pertumbuhan otak sangat peka pada pengaruh lingkungan, seperti gizi ibu, infeksi, rokok, minuman alcohol, obat-obatan dan bahan toksik lainnya. Pada waktu dilahirkan hanya memiliki otak seberat 2,5% dari berat otak orang dewasa. Syaraf-syaraf yang ada dipusat susunan syaraf belum berkembang dan berfungsi sesuai perkembangannya. Setelah lahir sebagian besar sel-sel otak yang berjumlah 100 milyar terbentuk secara matang yamg dimulai dari atas yaitu kepala dan berlanjut secara teratur kebagian bawah tubuh (cephalo caudal).

Pertumbuhan otak manusia juga sangat unik dimana pada bayi baru lahir pertumbuhan otaknya belum sempurna. Pertumbuhan korteks serebri belum mencapai 100%. Pada waktu itu pertumbuhan korteks infragranular yang fungsinya mengontrol reflex baru mencapai 80%, pertumbuhan korteks granular baru tumbuh 75% dan korteks supragranular baru mencapai 50%. Pada usia anak 3 tahun otak anak telah mencapai 90% potensi penuhnya. Otak anak mengalami proses yang dinamis, menggunakan pengalaman untuk membentuk jaringan saraf yang paling efisien. Perkembangan fungsi luhur (neurobehavior) menghubungkan perilaku manusia dengan susunan saraf pusat. Peran asuhan dini pada perkembangan fungsi luhur sangat penting, karena perkembangannya di mulai sejak bayi. Fungsi luhur ini terdiri dari atensi, bahasa, memori, kemampuan visuospatial, dan fungsi ekskutif.

Kemampuan otak adalah asimetri, artinya hemisper kiri dan kanan mempunyai kemampuan yang tidak sama, keadaan ini di sebut spesialisasi. Agar kedua hemisper berkembang dengan baik di butuhkan stimulasi yang seimbang. Adanya konsep periode kritis dan plastisitas memperjelas mengapa usia dini yaitu zero to three atau masa tiga tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat penting. Pencegahan penyimpangan perkembangan, maupun mengoptimalkan perkembangan anak dapat di lakukan dengan memanfaatkan periode kritis ini. Pada periode kritis tersebut, otak anak juga mempunyai plastisitas yang tinggi, dimana sering menjadi dasar dari konsep deteksi dini dan stimulasi dini. Pertumbuhan organ tubuh tidak berlangsung secara bersamaan, demikian juga pertumbuhan otak, berbagai bagian otak yang berbeda akan mengalami maturitas pada waktu dan kecepatan yang berbeda pula. Terdapat periode tertentu di mana kesempatan ataupun resiko yang besar, kalau perode tersebut terlewatkan, yaitu suatu periode bila bagian otak tertentu masih sedang dalam pertumbuhan yang intensif dan fleksibel. Periode ini di sebut periode kritis atau jendela kesempatan atau masa keemasan ( golden period).

Di sebut masa kritis karena pada masa itu tumbuh kembang anak sangat spesifik, mempunyai waktu yang terbatas, terjadi pada awal kehidupan suatu organism, selama masa itu organism sangat peka terhadap lingkungna yang dapat mempengaruhi setiap tahap dalam tumbuh kembangnya. Bila mana otak tidak menerima stimulasi tepat pada waktunya (sebelum periode kritis lewat) maka hubungan yang di perlukan tidak pernah terbentuk dan bagian otak yang mengontrol bagian-bagian tubuh tidak sepenuhnya berkembang. Sejalan dengan perkembangan fisik dan usia anak, saraf-saraf yang berfungsi mengontrol gerakan motorik mengalami proses neurological maturation. Pada anak usia 5 tahun saraf-saraf yang berfungsi mengontrol gerakan motorik sudah mencapai kematangannya dan menstimulasi berbagai kegiatan motorik yang di lakukan secara halus

Perbedaan fungsi otak

Otak kiri Otak kanan
  • Menjelaskan dengan kata
  • Mengingat dengan bahasa
  • Berfikir secara bertahap
  • Mengendalikan emosi
  • Memandang hidup dengan serius
  • Bekerja dengan fakta
  • Menganalisa
  • Berfikir logis
  • Tugas-tugas praktis
  • Kegiatan yang terpola organisasi

  • Menjelaskan dengan gambar
  • Mengingat dengan gambaran/bayangan
  • Berpikir secara global
  • Menyatakan emosi
  • Memandang hidup dengan santai
  • Bekerja dengan gambaran
  • Membuat sintesa/perpaduan
  • Berpikir secara intuitif
  • Tugas-tugas abstrak
  • Kegiatan yang terbuka/bebas
  • improvisasi

Asuhan Dini

Asuhan dini adalah pengasuhan pada awal kehidupan anak, sejak konsepsi sampai anak siap masuk sekolah dasar. Prinsip dasar asuhan dini mengacu pada falsafah baru intervensi dini, dimana difokuskan pada upaya pencegahan, intervensi menyeluruh bagi anak dan keluarganya dalam bentuk pelayanan yang terkoordinasi, serta membina kemitraan antara tenaga ahli dengankeluarga dan sebagai indicator keberhasilan tidak hanya IQ tetapi juga kesehatan, perkembangan mental (SQ), social emosi (EQ) dan pendidikan anak. Bahkan Gardner (1996) mengemukakan bahwa terdapat kecerdasan majemuk yang terdiri dari 8 macam kecerdasan yang dapat di stimulasi, yaitu :

1. logical matematika

2. linguistic

3. spasial

4. musical

5. gerak tubuh kinestetik

6. interpersonal

7. intrapersonal

8. naturalistik

Stimulasi Tumbuh Kembang Anak

Kemampuan dan tumbuh kembang anak perlu di rangsang oleh orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai umurnya. Upaya untuk merangsang tumbuh kembang anak disebut stimulasi tumbuh kembang anak

Perkembangan anak meliputi 4 aspek yaitu :
1. Perkembangan gerak kasar
2. Perkembangan gerak halus
3. Perkembangan bicara, bahasa dan kecerdasan
4. Perkembangan pergaulan dan percaya diri/personal social

Jenis perkembangan anak yang perlu di stimulasi sebagai berikut :
1. Kemampuan gerak
2. Kemampuan bicara
3. Kecerdasan
4. Kemandirian/percaya diri
5. Kemampuan bergaul

Stimulasi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dan dapat dilakukan secara bertahap, berkelanjutan dan terus-menerus. Pemberian stimulasi dapat dilakukan dengan cara secara berikut :
• Stimulasi dilakukan dengan penuh kasih sayang dalam suasana menyenangkan.
• Anak diajri dan dilatih berbagai kegiatan sesuai dengan usianya, seperti bermain, berlari, menari, menyanyi, membaca, berhitung, menulis, menggambar, membantu orang tua dsb.
• Stimulasi dilakukan khusus pada sensorik motorik dengan memberikan latihan-latihan/sentuhan tertentu seperti message, senam bayi, latihan gerak khusus dan terapi gerak
• Anak tidak boleh dipaksa jika tidak melakukan kegiatan stimulasi
• Memberikan pujian apabila anak berhasil melakukan kegiatan stimulasi


Sumber: Buku FT Tumbuh Kembang Anak

Tahap Perkembangan Anak Berdasarkan Usia

Tahap perkembangan anak berdasarkan usia

1. Bayi usia 1-30 hari
• Bayi mampu mengisap ASI dengan baik
• Bayi dapat menggerakkan kedua lengan, kaki (kedua tungkai) secara mudah dan aktif
• Bayi memberikan reaksi dengan melihat ke sumber cahaya dan mata bayi kadang-kadang dapat menatap ke mata ibunya
• Bayi mulai mengeluarkan suara, mengoceh, selain menangis

2. Bayi usia 1-4 bulan
• Pada saat telengkung, leher bayi sudah kuat menyangga kepalanya dan menegakkan/mengangkat kepalanya mengikuti gerakan badan
• Bayi dapat menggenggam benda/mainan yang di sentuhkan pada ujung jari dan telapak tangan selama beberapa saat
• Bayi dapat membalas senyuman

3. Bayi usia 4-6 bulan
• Bayi dapat mengguling-guling dan berbalik dari terlentang ke telungkup atau sebaliknya
• Bayi dapat meraih benda yang berada dalam jangkauan tangannya dan mencari benda yang dipindahkan
• Bayi akan mencari dan menengok kearah sumber suara

4. Bayi usia 6-9 bulan
• Bayi mulai belajar duduk sendiri
• Bayi mampu memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain
• Jika melihat benda yang menarik , bayi akan tertawa/berteriak
• Bayi akan menirukan bunyi dan suara yang di dengarnya
• Bayi dapat memegang dan makan kue sendiri tanpa di bantu

5. Bayi usia 9-12 bulan
• Bayi dapat merangkak dan mulai belajar sendiri tanpa bantuan
• Bayi mulai belajar berjalan dengan berpegangan
• Bayi mampu meraup benda-benda kecil seperti kacang dengan jari-jari tangannya
• Bayi mampu mengatakan / menyebut suku kata yang sama misalnya ma-ma, pa-pa
• Bayi mengenali orang yang sudah dikenal dan takut pada orang belum di kenal

6. Anak usia 12-18 bulan
• Anak dapat berjalan sendiri
• Belajar menendang dan melempar bola
• Anak mampu memungut benda-benda kecil dengan jari-jari tangannya
• Anak dapat mengungkapkan keinginan dengan ucapan yang sederhana
• Anak dapat bertepuk tangan dan minum sendiri dengan gelas tanpa tumpah

7. Anak usia 18-24 bulan
• Anak belajar melompat dengan 2 kaki
• Anak dapat berjalan mundur paling sedikit 5 langkah
• Anak mampu mengenai gambar-gambar yang diperlihatkan padanya
• Anak dapat mencoret-coret dengan menggunakan alat tulis
• Anak mampu menyebut dan menunjuk bagian tubuh dengan benar
• Anak dapat menirukan pekerjaan rumah tangga, misalnya membantu menyapu, membersihkan meja atau menyiapkan meja makan

Rabu, 26 Januari 2011

Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Gangguan atau kelainan tumbuh kembang anak meliputi gangguan tumbuh dan kembang maupun keduanya. Setiap penyimpangan atau hambatan terhadap proses pertumbuhandan perkmbangan dapat berakibat gangguan tumbuh kembang dan cacat.

Beberapa factor resiko dan penyebab gangguan/kelainan tumbuh kembang anak, sbb :
1. Usia ibu terlalu muda (<18>35 tahun) : retardasi mental, mongolism, Klenefelters, Kelainan SP Celah bibir dan langit-langit.
3. Umur ayah terlalu tua : Akhondroplasia, tuli, kelainan SSP.
4. Genetic : Berbagai penyakit herediter, Retardasi mental, Kecenderungan premature/postmatur.
5. Faktor Sosial (kemiskinan) : BBLR, Kelainan bawaan
6. Gizi kurang : BBLR, Retardasi mental, Kerusakan Otak janin
7. Anak Pertama : Gangguan sikap dan perilaku, Berbagai kelainan bawaan, Disfungsi minimal otak.
8. Jarak anak terlalu dekat : Prematuritas, Gangguan psikomotor
9. Ibu perokok : BBLR/janin tumbuh lambat
10. Factor musim dan ras : Spina bifida, polidaktili
11. Infeksi TORCH : Berbagai kelainan bawaan
12. Endokrin/hormone : Hipoglikemia, gigantism, Hipotiroidism
13. Trauma lahir : CP, Retardasi mental
14. Trauma sesudah lahir : CP, Cacat tubuh
15. Infeksi Susunan saraf : Kelumpuhan, retardasu mental, bisu, tuli, buta, dsb.


Oleh Infofisioterapi

Sensori Integrasi

Sensori Integrasi

Sensori integrasi adalah kemampuan untuk mengadopsi atau menyerap informasi melalui sensasi (tactile, gerakan, bau, rasa, penglihatan dan pendengaran) untuk diintegrasikan bersama-sama dengan informasi yang telah didapat sebelumnya, memori dan penegtahuan yang telah disimpan diotak untuk menimbulkan respon yang bermakna atau berarti. Menurut A. Jean Ayres, ada beberapa level sensori integrasi, dimana tiap level dari sensori integrasi berlangsung atau berkembang secara otomatis pada masa kanak-kanak dengan perkembangan normal tetapi pada anak yang mengalami gangguan perkembangan perilaku tersebut harus dibantu untuk mengalami hal yang sama seperti teman sebayanya.

Level I
Toucing atau sentuhan pada seluruh tubuh, dengan sentuhan dan dekapan membuat anak merasa nyaman, respon sentuhan pada bayi yang berkembang awal adalah pada daerah wajah terutama sekitar mulut, pipi dan dahi. Ketika kita memberikan sentuhan pada daerah pipi bayi akan merespon untuk menoleh dan mencari puting susu ibunya dan selanjutnya bayi akan menghisap. Pada orang sudah terbiasa menggendong bayi, bayi akan merasa nyaman dalam pelukannya,tetapi tidak akan merasa nyaman baginya kalau orang menggendongnya tidak pernah menggendong bayi. Hal tersebut merupakan reaksi atau naluri melindungi tubuhnya. Pada anak yang mengalami gangguan pada sensori integrasinya, gejala awal yang timbul, ia sulit beradaptasi terhadap suhu luar rahim, tidak nyaman dalam semua skap, tidak merespon ketika diberi rangsangan disekitar mulut. Vestibular dan Proprioseptive juga sulit untuk dikerjakan bersama-sama seperti halnya ketika anak mengalami keterlambatan, kurang merespon terhadap rangsangan cahaya dimatanya, ia juga sulit untuk mengontrol kepala untuk tegak. Pada anak normal apabila ada rangsangan cahaya dia akan merespon mengikuti arah cahaya dan posisi kepala akan timbul reflex untuk menegakkan saat digendong bersandar didada ibunya atau saat badan digulingkan untuk mengganti popok.
Tactile, kulit adalah alarm tubuh. Alat tersebut menggambarkan nyaman atau tidaknya tubuh, contohnya saat tubuh melawan gravitasi (tempat tinggi) kalau semua sensori dapat bekerja bersama-sama hal tersebut tidak masalah bagi tubuh dan akan berlaku dimana dia berada dan bergerak secara alamiah.

Level II
Tactile, vestibular dan proprioceptive merupakan suatu susunan bolak balik untuk menstabilkan emosi anak. Jika 3 dasar sensori ini tidak berfungsi secara cepat anak akan kurang peka terhadap lingkungannya. Ada anak yang pendiam kurang merespon dan sangat sulit beradaptasi dengan orang lain. Ada juga anak yang hiperaktif dan semua rangsangan yang diterima oleh telinga, mata sangat cepat memberikan reaksi terhadap tubuhnya. Hal tersebut bukan karena ada masalah dipendengaran atau penglihatan tetapi proses sensorinya yang tidak stabil walau ia sangat aktif, sehingga ia sangat sulit untuk konsentrasinya. Otaknya mengalami kesulitan untuk berfokus pada sesuatu. Hal tersebut menyebabkan sulit untuk koordinasi dan motor planningnya mengalami gangguan pada analisa tugasnya.