Sabtu, 05 Maret 2011

Tumor Medula Spinalis

Tumor Medula Spinalis adalah massa dari pertumbuhan jaringan yang baru di dalam medula spinalis, bisa bersifat jinak (benigna) atau ganas (maligna). Tumor yang berasal dari medula spinalis disebut tumor primer, sedangkan tumor yang berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya disebut tumor sekunder. Tumor medula spinalis lebih jarang ditemukan dan jarang terjadi pada anak-anak.
Hanya sekitar 10% tumor medula spinalis primer yang berasal dari sel-sel saraf di dalam medulla spinalis.
Klasifikasi 

a) Extramedullary intradural

  tumors are the commonest spinal cord tumor (84% of all intradural tumors). Neurofibromas(29%) and meningiomas(25%) are the common ones. Meningiomas are more common in middle aged women and in the thoracic region. Exophytic ependymomas and astrocytomas account for about 20%. Sarcomas, vascular tumors, epidermoids, lipomas etc are occasionally encountered. 

b) Intramedullary

  tumors are the commonest spinal cord tumors in children. Gliomas (mainly ependymomas & astrocytomass) make up almost 70% of all intramedullary tumors. In children astrocytomas are most frequently encountered, in some material representing up to 81% of such tumors, while in adults alone ependymomas may account for up to 56% of all intramedullary tumors. Vascular tumors, represented by hemaingioblastomas and cavernomas, add upto almost 15% of all intramedullary tumors. 

c) Extradural

  tumors are mostly metastatic. They spread into spinal cord from contiguous structures. About 5% of all patients with cancer develop vertebral metastasis. Lately,  primary non osseous lymphomas are being reported increasingly.

Penyebab

Tidak diketahui

Gejala

Tumor medula spinalis biasanya menyebabkan gejala karena menekan saraf-saraf.
Penekanan pada akar saraf (bagian saraf yang keluar dari medula spinalis) bisa menyebabkan nyeri, mati rasa, kesemutan dan kelemahan. Gangguan penglihatan dan pendengaran, gangguan kognitif dan prilaku.

  Penekanan pada medula spinalisnya sendiri bisa menyebabkan kekakuan, kelemahan, gangguan koordinasi dan keseimbangan, dan berkurangnya rasa atau rasa yang abnormal. Tumor juga bisa menyebabkan kesulitan berkemih, hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih atau sembelit.

Diagnosa

Orang-orang yang memiliki kemungkinan menderita tumor medula spinalis adalah:
-
 
penderita kanker di bagian tubuh   lainnya
-
 
mengeluhkan nyeri di daerah kolumna   spinalis tertentu
-
 
mengalami kelemahan, kesemutan atau   gangguan koordinasi

Prognosis

Penyembuhan biasanya tergantung kepada besarnya kerusakan yang terjadi dan kedalaman pertumbuhan tumor ke dalam medula spinalis. Pada sekitar 50% penderita, setelah pengobatan gejalanya tetap ada.

Pemeriksaan

1.Reflexes. Tests like tapping below the knee with a rubber hammer can identify changes in reflexes.

2.  Hearing. Using a tuning fork, the physician can check for changes in hearing.

3.  Sensation. Use something sharp like a pin to test the sense of touch.

4.  Movement. Problems with movement are often tested by asking the patient to move his or her tongue, head, or facial muscles - as in smiling - and to perform tasks with the arms and legs.

5.  Balance and coordination. Typical tests include maintaining balance with the eyes closed, walking heel-to-toe in a straight line, or touching the nose with the eyes closed. 

nMRI or CT scan
nMyelography
nBlood and spinal fluid studies
nX rays of the spine
nBiopsy
nRadionuclide bone scan

Sensori Integrasi

Aktivitas integrasi sensomotorik adalah merupakan suatu program yang mengaplikasikan  berbagai aktivitas sistem sensoris : visual, vestibular, somatosensoris, yang dipunyai oleh individu, diintegrasikan dengan aktivitas motorik (gerak) untuk mencapai suatu gerak halus, terarah, bertujuan dan berfungsi.Pada seorang individu agar dapat melakukan berbagai aktivitas baik, bertujuan dan befungsi disyaratkan aktivitas i sistem tubuh selalu bekerja sama dan terintegrasi.  

Sistem sensomotorik ini mencakup visual / penglihatan, vestibular / keseimbangan yang terletak di ruang telinga dalam, dan somatosensoris / proprioseptif / rasa dalam termasul eks-proprioseptif. “Sensory integrity” dalam sistem yang ada dalam tubuh manusia adalah: vestibular/keseimbangan,opticus/visual, ocular/coordinasi, yang terintegrasi dalam satu kesatuan gerakan di sistem manusia.  

Aktivitas senso-motorik merupakan suatu gabungan dari berbagai sistem sensoris seperti visual, olfactory, vestibular, somatosensoris dengan sistem motoris / gerak individu.  


PEMERIKSAAN PADA ANAK

Motor Impairments and fine motor
Functional Limitation

Voluntary Motor Impairment Assessments

Pemeriksaan Reflex

Pada upper motor neuron syndrome fenomena yang akan timbul (Kart & Rymer, 1989) adalah:

    1. Abnormal behaviour (positive symptom) yang terdiri dari: “reflex release phenomena (refleks patologis), reflex proproseptif yang hiperaktif, meningkatnya resisten teerhadap tarikan atau uluran, “relaxed cutaneous reflexes dan “loss of precise autonomic control”; dan

  2. Performance deficit ( negative symptome) yang terdiri dari: “decreased dexterity”, paresis/weakness, “fatigability”. 

Berdasarkan dari fenomena yang tampak maka pemeriksaan reflex yang dilakukan adalah “Neurologic Assessment”, yang diperiksa adalah :

- Tendon reflex (monosynaptic reflex arc),
- H-Reflex (monosynaptic stretch reflex),
- H-Reflex recovery cycle (motor neuron excitability),
- Presynaptic Inhabitation (related to spasticity, 
- F-Response, Long-lasting stretch reflex,
- Tonic Vibration reflex,
- Flexor reflex (polysynaptic defence response). 


Manual Terapi Cervical

A. Manual Terapy Cervical

Transfer streching untuk upper cervical

Posisi pasien tengkurap, caranya seperti dipatahkan pada otot dengan menggunakan kedua thumb, untuk pemendekan otot-otot cervical. Bisa di lakukan pada semua otot yang penting bisa di jangkau oleh tangan.

Streching upper cervical

Posisi pasien terlentang, kemudian lakukan fleksi leher lalu minta pasien tahan 6-8x hitungan, kemudian tambah gerakan fleksi leher sampai semampu pasien terus di tambah lagi dan bahu tidak boleh terangkat.
Cat : Jangan lakukan strech pd otot saat otot masih dalam keadaan ….
Upper Cervical muscle
Posisi pasien terlentang, 1 tangan di bawah kepala dan 1 tangan di dagu/mulut, lalu minta pasien tekan tangan pasien yang di bawah kepala 6-8x hitungan 2 kali pengulangan. Setelah itu tangan fts yang di leher melakukan strech ke belakang dan yang di dagu strech ke bawah.
Upper trapezius Muscle
Posisi pasien terlentang, 1 tangan Fts di bawah leher dan 1 di bahu. Minta pasien kontraksikan leher dan bahu sambil di berikan tahanansetelah itu lakukan strech ke bawah pada bahu dan leher strech ke samping.

Upper Levator scapula Muscle
Untuk levator scapula angkat tangan ke atas / fleksi elbow.
Mobilisasi sendi untuk Co-C1 posisi pasien terlentang sama dengan upper trapezius.


C1-C2 ( No Joint )
Pasien terlentang, tangan fts di leher dan di dagu lakukan traksi kemudian strech ke rotasi cervical ki-ka.
Lower cervical (C5-C6) (C6-C7)
Posisi pasien duduk di atas kursi tanpa sandaran. Pertama-tama cari C4. 1 tangan FTs di C4 dan 1 di C3 lalu lakukan gerakan lateral flexi dan traksi.
Cat: Untuk mencari C4 cari C2 dulu kemudian turunkan tangan ke bawah untuk mencari C4.

Traksi cervikal secara keseluruhan/semua cervikal
Pasien duduk di kursi, kedua tangan FTs di samping kepala lalu lakukan traksi pada cervikal.



Nelson traksi untuk thoracal atas ( Th1-4 )
Nelsaon traksi untuk thoracal atas ( ada kaitannya dengan cervical ) Th1-4. Duduk di atas kursi kedua tangan pasien di pertemukan di belakang kepala lalu kedua tangan FTs di masukkan lewat ketiak lalu lakukan rileksasi / pelemasan sekitar 2-3x lalu traksi kepala tidak boleh tunduk..
Stabilisasi aktif dan pasif
Lakukan penguatan untuk hypermobility. Pasien di kursi lalu lakukan seperti gerakan lateral fleksi dan berikan tahanan.
Cat. Jika ada pasien suka dalam posisi tunduk maka bagus di lakukan mc. Kenzie.

TMJ ( Mobilisasi sendi )
Muscle mobilisasi, posisi pasien tidur terlentang dan lakukan massage ringan disekitar kedua TMJ,



Spasme pada otot masseter

Jika ada spasme pada m.masseter lakukan mobilisasi dengan tempatkan kedua tangan di sela”gigi/mulut pasien lalu lakukan gerakan pelan-pelan (jangan lakukan jika ada fraktur)
Traksi TMJ
Dengan menggunakan sarung tangan. Kedua ibu jari FTs masuk mulut sampai rahang lalu tarik antero….
Mobilisasi TMJ dari luar
Tempatkan tangan di TMJ lalu lakukan mobilisasi sendi.

Thoracal bawah PACVP
Postero Anterior Corpus Vertebra Pressure Th1-Th12 bilateral.
(Gapping bilateral) Tempatkan tangan di atas vertebra yang ingin di gapping lalu lakukan gerakan oscilasi dengan di bantu tangan yang satu (Pada sisi ulnar tangan).

PACVP


Tiga dimensi Extensi gapping



Gerakannya rotasi, lateral fleksi, ekstensi,posisi pasien duduk di kursi silangkan tangan di dada dan pegang bahu. Telusuri intervertebralis yang nyeri di costa.
Untuk Neuralgi intercostalis,,lakukan gapping secara berlawanan.



Nelson traksi lower thoracal Th 5-12
Tentukan thoracal yang mau di traksi lalu berikan sanggahan berupa handuk di depan dada lalu lakukan traksi ke belakang. Posisi pasien berdiri, kedua tangan di belakang kepala.FTs di belakang pasien
Costovertebral / transversal gapping
Yang mau di gaapping adalah sendi anterior costadan vertebra. Pasien tidur tengkuraPdan kedua tangan FTs di belakang, satu sebagai tahanan dan satunya lagi gapping di costovertebral
Lumbal spine mobilisasi otot erector spine




M. Iliopsoas (streching )



M. Rectus femoris

M. Hamstring





M. Piriformis

Lumbal traksi secara manual

Gapping manipulasi di pacet joint pada lumbal







Mobilisasi discus


SIJ anterior gapping

SIJ posterior gapping





Mobilisasi nutasi dan antenutasi